Reformasi Pajak Global, RI Bisa Memajaki 100 Perusahaan Multinasional

Dolar

Negara-negara G20 menyepakati reformasi sistem perpajakan global yang antara lain mencakup upaya memajaki perusahaan multinasional, termasuk raksasa-raksasa teknologi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, kesepakatan ini berpotensi mendatangkan penerimaan negara lantaran membuka peluang bagi Indonesia untuk memajaki 100 perusahaan multinasional. 

“Indonesia memiliki kesempatan untuk memperoleh tambahan pemajakan atas penghasilan dari setidaknya 100 perusahaan multinasional yang menjual produknya di Indonesia.” kata Febrio dalam siaran pers, Kamis, (15/7).

Peluang tersebut berdasarkan ketentuan pilar pertama yang ada dalam kesepakatan. Dalam ketentuan tersebut, Indonesia berkesempatan mendapatkan hak pemajakan atas penghasilan global yang diterima perusahaan multinasional. Syaratnya, yakni perusahaan merupakan entitas berskala besar dengan omzet global di di atas 20 miliar euro dan memiliki profit minimum 10% sebelum pajak.

Perusahaan-perusahaan tersebut, menurut Febrio, selama ini tidak membayar pajak di Indonesia, termasuk yang memasok layanan digital. Hal ini karena dalam sistem perpajakan yang lama, pemerintah tidak memiliki wewenang menarik pajak dari perusahaan yang tidak memiliki kantor …

Selengkapnya : Reformasi Pajak Global, RI Bisa Memajaki 100 Perusahaan Multinasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *