SKK Migas: Injeksi Gas CO2 untuk Proyek EOR Perlu Payung Hukum

SKK MIgas

SKK Migas menyampaikan pemanfaatan gas karbon dioksida (CO2) untuk teknik pengurasan minyak atau enhanced oil recovery (EOR) memerlukan regulasi baru. Saat ini belum ada payung hukum yang mengatur mengenai praktik tersebut.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan perlu adanya aturan baru untuk proyek EOR dengan metode CO2. Karena saat mekanisme ini akan diterapkan sebelumnya di Blok East Natuna, tidak diperbolehkan.

Kadar CO2 dalam gas bumi yang diproduksi yang mencapai 72%. Namun, dibutuhkan teknologi yang mahal untuk bisa mengurai CO2 tersebut. Hal ini yang akhirnya membuat lapangan tersebut tidak ekonomis menggunakan mekanisme ini.

“Dari sisi lingkungan, boleh enggak diinjeksi kembali ke bumi? Waktu dulu Natuna D-Alpha mau dikembangkan, CO2 tidak boleh diinjeksikan, ” kata Fatar kepada Katadata.co.id, Jumat (18/6).

Saat ini pemerintah memang tengah merancang aturan mengenai mekanisme nilai ekonomi karbon. Hal ini dinilai …

Selengkapnya : SKK Migas: Injeksi Gas CO2 untuk Proyek EOR Perlu Payung Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *