Pesawat CN-235 Buatan RI Dieskpor ke Senegal

Pesawat terbang produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung dengan nama unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) baru-baru ini resmi diekspor untuk Senegal Air Force.

Penandatanganan kontrak pengadaan sebenarnya sudah terjadi pada tanggal 08 Agustus 2017 dengan nomor kontrak PTD/0005/UT0000/08/2017 antara PTDI dengan A.D. Trade Belgium Company untuk end user Senegal Air Force.

Ekspor pesawat oleh PTDI ini didukung dengan pembiayaan skema National Interest Account (NIA) dengan total keseluruhan sebesar Rp354 Miliar dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank, sebagai bagian dari penugasan khusus Kementerian Keuangan RI untuk penyediaan pembiayaan ekspor pesawat udara dengan penetrasi pasar Afrika dan Asia Selatan.

Baca juga: Bagaimana Nasib Bangkai Pesawat yang Sudah Tidak Beroperasi?

Sebagai informasi, CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) merupakan pesawat ketiga yang dikirim dari PTDI untuk dioperasikan oleh Senegal Air Force. Sebelumnya, PTDI telah mengirimkan pesawat CN235 pertama dengan konfigurasi Military Transport pada tahun 2011 dan pesawat kedua dengan konfigurasi Multi Purpose Aircraft (MPA) pada tahun 2016.

“Kami merasa bangga atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemerintah Senegal kepada PTDI selama ini, kami berharap kedepannya dapat terus mempercayakan PTDI dalam memenuhi kebutuhan matra udaranya, termasuk dengan pelayanan maintenance dari PTDI. Saat ini PTDI sedang menjajaki potensi pengadaan pesawat CN235 untuk Senegal Air Force yang ditargetkan dapat terlaksana perolehan kontraknya pada tahun 2022,” kata Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro.

Total, PTDI telah memproduksi dan mengirimkan pesawat CN235 sebanyak 69 (enam puluh sembilan) unit untuk customer dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 286 unit populasi pesawat CN235 series di dunia, dimana saat ini PTDI merupakan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi pesawat CN235.

Baca juga: 10 Pesawat Tempur Termahal di Dunia, Ada Milik Indonesia?

Sebelumnya, pesawat terbang CN235-220 MPA dengan serial number N69 tersebut telah sukses melaksanakan FlightAcceptance dan tim Senegal Air Force sebanyak 11 orang telah menuntaskan seluruh rangkaian pelaksanaan Flight Training dan Customer Training pada tanggal 10 Maret 2021 lalu.

Beberapa keunggulan pesawat udara CN235-220 MPA ini, antara lain dapat lepas landas dengan jarak yang pendek, dengan kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 8 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

Dilengkapi pula dengan Tactical Console (TACCO), 360o Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM (Nautical Mile) dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal, sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.

Selain itu, ada juga Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *