Viral Gunung Emas di Kongo, Warga Ramai-ramai Gali Tanah

 Sebuah video menjadi viral di sosial media menunjukkan puluhan warga memadati gunung di Luhihi, yang terletak di provinsi Kivu Selatan, Kongo, untuk menambang emas.

Gunung yang berlokasi sekitar 50 kilometer dari ibu kota provinsi, Bukavu, itu menjadi perhatian warga Kongo sejak akhir Februari lalu setelah ditemukan deposit emas dalam jumlah besar. 

Baca juga: Cara Mengatasi Filter Instagram Tidak Muncul atau Lemot

Dilansir dari laman Timesnownews, Selasa (16/3/2021), pemerintah setempat saat ini dilaporkan telah menghentikan sementara aktivitas penambangan di wilayah tersebut dengan mengeluarkan sebuah surat yang memerintahkan pedagang, penambang dan anggota angkatan bersenjata Kongo agar meninggalkan lokasi tambang.

Penghentian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penambang dan memastikan mereka terdaftar dengan benar di administrasi pertambangan. Sampai saat ini seluruh aktivitas penambangan ditunda hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Sebagai informasi, di negara tersebut emas menjadi salah satu sumber daya yang dikenal sebagai ‘bahan konflik’. Kelompok bersenjata diketahui terlibat dalam penambangan dan memaksa orang lain untuk menambang, serta memungut pajak dari para penambang.

Para kelompok bersenjata juga menyelundupkan dan memperdagangkan emas hasil penambangan yang ilegal itu. Hasil dari penjualan emas itu kemudian digunakan salah satunya untuk membeli senjata dan amunisi.

Baca juga: Ini 10 HP Termahal di Dunia dan Indonesia, Ada HP Kamu?

Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial memperlihatkan banyaknya warga Kongo yang menggali tanah dengan sekop serta mengumpulkan tanah itu ke sebuah wadah.

Dalam video tersebut terlihat mereka memperoleh banyak emas ketika memisahkan tanah dengan air.

Sebuah surat kabar melaporkan bahwa tanah di gunung itu diperkirakan terdiri dari ’60 hingga 90 persen’ emas. Meski demikian,  belum ada informasi secara pasti mengenai jumlah dan kualitas emas yang ditemukan di gunung tersebut.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *