China Beredel Bisnis Media Milik Jack Ma, Takut Terusik?

Pemerintah China sepertinya tak main-main untuk benar-benar membungkam Jack Ma dan lini bisnisnya. Setelah sebelumnya dikabarkan perusahaan Jack Ma, Ant Company gagal melantai di bursa saham, disusul Alibaba yang terancam denda Rp 14 Triliun karena dugaan praktik monopoli, kini pemerintah China mengincar bisnis media milik Jack Ma.

Diketahui, Jack Ma melalui perusahaannya, Alibaba, rupanya juga merambah bisnis media massa di samping bisnis utamanya sebagai platform toko online. 

Hal itu dilaporkan membuat pemerintah China tidak berkenan dan meminta Alibaba Group untuk melepas aset media yang mereka miliki, seperti dilaporkan Wall Street Journal.

Sebagai informasi, Alibaba memiliki beberapa media terkenal, misalnya South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong serta memiliki saham di media sosial populer China yaitu Weibo.

Baca juga: Cara Menggunakan MyHeritage, Bikin Foto Jadul Jadi ‘Hidup’!

Dikutip dari Reuters, Selasa (16/3), alasan ketidaksukaan pemerintah China adalah karena bisnis media Alibaba dikhawatirkan bisa terlalu berpengaruh dan mengusik pemerintah China yang punya agenda sendiri.

Sementara itu, Alibaba sendiri belum berkomentar apapun tentang isu yang mulai menghangat ini. Fokus mereka saat ini mungkin sedang terbelah karena juga tengah dihadapkan pada investigasi resmi oleh pemerintah China terkait dugaan praktik monopoli yang bakal merugikan perusahaan dalam jumlah besar.

Dilansir dari Wall Street Journal, raksasa e-commerce itu kemungkinan akan didenda lebih dari USD 975 juta atau di kisaran Rp 14 triliun. Salah satu tuduhannya, Alibaba disinyalir melarang merchant atau pedagang di situsnya mendaftar di platform toko online yang lain.

Baca juga: 3 Aplikasi Deepfake yang Bisa Kamu Gunakan untuk Hiburan

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *