Surat Terbuka Pecatur ‘Grand Master’ Terkait ‘Dewa Kipas’

Pecatur
putri Indonesia dengan gelar Grand Master, Irene Kharisma Sukandar, meminta
publik Tanah Air untuk bijak dalam menyikapi polemik Dewa_Kipas.

Dewa_Kipas merupakan nama akun yang dipakai pecatur online
Indonesia, Dadang Subur, untuk bermain catur di aplikasi dan situs Chess.com.

Akun Dewa_Kipas diblokir tidak lama setelah Dadang Subur
mengalahkan pecatur Amerika Serikat dengan gelar International Master, Levy
Rozman, yang menggunakan nama akun GothamChess.

Baca juga: GothamChess Gembok Akun Twitter & IG, Gara-gara Netizen RI?

Kronologi akun Dewa_Kipas diblokir oleh Chess.com kemudian
diceritakan oleh putra Dadang Subur, Ali Akbar, melalui akun sosial media
pribadinya.

Menurut Ali Akbar, akun Dewa_Kipas diblokir karena
dilaporkan oleh para pendukung GothamChess yang tidak terima dengan kemenangan
Dadang Subur.

Ali Akbar juga menyebut banyak dari pendukung GothamChess
yang menuduh Dadang Subur bermain curang untuk meraih kemenangan.

Belum lama ini, Levy Rozman memilih memblokir atau menutup
akses penonton dari Indonesia yang ingin menyaksikan video di akun YouTube
pribadinya.

Baca juga: Tenang Netizen, Dadang Subur dan GothamChess Sudah Berdamai

Terkini, Ali Akbar sudah meminta netizen Indonesia untuk
menghentikan serangan terhadap Levy Rozman atau GothamChess.

Sebab, Ali Akbar menyebut Levy Rozman sudah meminta maaf secara
pribadi maupun mewakili penggemar GothamChess kepada Dadang Subur atas polemik
yang terjadi.

Polemik Dewa_Kipas atau Dadang Subur semakin membesar ketika
pihak PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengadakan konferensi
pers virtual dengan tajuk “Edukasi Catur Daring dan Problematikannya dari
Kasus Dewa Kipas” pada Jumat (12/3/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, PB Percasi membedah data
grafik permainan Dewa_Kipas selama bermain di Chess.com.

PB Percasi menemukan ada kejanggalan dalam grafik permainan
dan akurasi langkah Dewa_Kipas terutama pada perode 22 Februari sampai 2 Maret
2021.

Baca juga: Klarifikasi Dadang ‘Dewa Kipas’ Terkait Pemblokiran Akunnya

Kejanggalan yang dimaksud adalah grafik permainan Dewa_Kipas
yang stabil di puncak dengan persentase rata-rata akurasi langkah mencapai 90
sampai 99 persen.

Menurut PB Percasi, data itu tidak normal karena grafik
permainan pecatur hebat sekalipun pasti naik turun dengan batas bawah dan atas
rata-rata akurasi langkah pasti lebar.

Sebagai perbadingan, PB Percasi juga menjabarkan data milik
atlet catur Indonesia seperti Irene Kharisma Sukandar yang memiliki akurasi
langkah terendah 45 persen dan tertinggi 95 persen.

PB Percasi menilai keputusan Chess.com untuk memblokir akun
Dewa_Kipas pasti dibuat setelah meninjau aturan yang berlaku.

Atas dasar itu, PB Percasi menyayangkan sikap netizen
Indonesia yang terus menyerang Chess.com dan Levy Rozman atau GothamChess.

Baca juga: Kalahkan Gamer Catur Dunia, Orang Indonesia Ini Diblokir

Dikutip dari Kompas hari Senin 15 Maret 2021, Irene Kharisma
Sukandar menulis surat terkait video podcast Deddy Corbuzier dengan bintang
tamu Dadang Subur dan anaknya, Ali Akbar, yang tayang pada Sabtu (13/3/2021).

“Saya ingin menjelaskan bahwa konferensi pers PB
Percasi kemarin dibuat bukan untuk menyerang salah satu pihak mana pun.”

“Kami hanya ingin memberi edukasi kepada publik apa itu
catur online berdasarkan data yang valid. Silahkan publik menyikapi sendiri
data tersebut.”

“Berdasarkan data dan alogaritma Chess.com, akurasi
langkah Dadang Subur tidak normal.”

“Saya tidak mengerti mengapa masih banyak publik yang
membela bahkan sampai menyerang Chess.com dan GothamChess.”

“Ini bukan pertama kali Chess.com memblokir akun yang
bermasalah. Jadi, penutupan akun Dadang Subur ini tidak perlu
dibesar-besarkan.”

“Saya hanya ingin meluruskan. Tolong polemik ini
dilihat secara menyeluruh. Jangan dibutakan oleh nasionalisme atau faktor
lainnya seperti finansial atau apa pun itu,”

Baca juga: Ini Sosok Pak Dadang ‘Dewa Kipas’ yang Kalahkan GothamChess

“Reaksi netizen Indonesia sangat berlebihan dan telah
mencoreng nama baik catur Tanah Air.”

“Mereka telah membunuh Chess.com dan GothamChess. Itu
tindakan yang sangat tidak perlu,”

“Mereka tidak memikirkan kami para atlet catur
Indonesia.” “Mereka tidak berpikir bagaimana reaksi dunia catur
internasional terhadap kami nanti.”

“Saya cukup kuat menghadapi tekanan itu karena sudah
punya pengalaman.” “Namun, bagaimana dengan masa depan generasi
penerus catur Indonesia nantinya?”

“Saya tahu pasti ada reaksi pro dan kontra terhadap
surat terbuka dan pernyataan saya ini.” “Namun, apa yang saya katakan
benar dan berdasarkan data yang kredibel,”

 “Jika ada orang
yang mempertanyakan nasionalisme saya, saya sudah membawa nama Indonesia di
berbagai Kejuaraan Catur Dunia selama puluhan tahun.”

“Jangan pertanyakan nasionalisme saya. Polemik ini
tidak perlu dilihat dari kaca mata nasionalisme. Data yang ada sudah ada, dan
saya mengacu kepada itu.”

Baca juga: Pecatur Indonesia: Pemblokiran Akun Dewa Kipas Sudah Tepat

“Saya harap Deddy Corbuzier bisa mengklarifikasi
kembali untuk mengubah opini publik menjadi lebih baik.”

“Saya tahu GothamChess ini sasaran empuk karena
statusnya sebagai orang asing. Namun, netizen Indonesia salah sasaran jika
menyerang GothamChess.”

“Saya ingin polemik ini segera berakhir. Jika Dadang
Subur memiliki kemampuan, saya berharap beliau untuk segera menghubungi PB
Percasi. Federasi pasti akan memberi respons yang baik.”

“Polemik ini menjadi bukti bahwa atensi publik
Indonesia terhadap catur sangat tinggi.” “Mari kita bersama-sama
membangun dunia catur Indonesia ke arah yang lebih baik.”

“Selama ini, saya merasa catur Indonesia dianaktirikan
di negeri sendiri.” “Padahal, Indonesia memiliki banyak pecatur muda
bertalenta yang akan menjadi masa depan catur Tanah Air.”

Pada akhir surat, Irene berharap pada pemerintah agar
polemik ini menjadi kesempatan untuk membangun dunia catur indonesia menjadi
lebih baik.

“Saya harap Pemerintah Indonesia menggunakan momentum
ini untuk membangun, mengembangkan, dan memperhatikan olahraga Tanah Air
khususnya catur,” tutupnya.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *