Pemerintah India Berencana Bikin Internet Sendiri

 Beberapa waktu belakangan, India diketahui meningkatkan tekanannya pada perusahaan teknologi global dengan melakukan pembatasan ketat pada sejumlah aplikasi asing lantaran tidak patuh dan masalah keamanan privasi.

Sebaliknya pemerintah setempat kini lebih memberikan dukungan pada layanan dan produk lokal. India tampaknya tengah berusaha membangun internetnya sendiri.

Seperti aplikasi lokal mirip Twitter yang bernama Koo, saat ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah India dan menjadi semakin populer setelah kerap disebut-sebut oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Seorang eksekutif senior dari aplikasi Koo mengungkapkan bahwa perhatian mendadak pemerintah terhadap aplikasinya cukup menjadi beban.

“Rasanya seperti tiba-tiba  masuk ke putaran final Piala Dunia dan semua orang kini memperhatikan Anda dan tim. Maka kami bekerja keras dan membangun secepat kami bisa,” kata Mayank Bidawatka, salah satu pendiri Koo, dikutip dari CNN, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Ikuti Tips 5 Menit Ini untuk Mempercepat Internet di HP

Analisis aplikasi Sensor Tower melaporkan bahwa Koo telah diunduh sebanyak 3,3 juta kali sepanjang tahun 2021. Jumlah itu memang belum cukup untuk mengalahkan raksasa media sosial Twitter yang diunduh 4,2 juta selama periode yang sama.

Namun, jumlah tersebut dinilai sebagai awal yang menjanjikan bagi perusahaan yang didirikan kurang dari setahun yang lalu itu. 

Sebagai informasi, Koo mendadak populer pada Februari lalu. Penyebabnya karena Twitter dilaporkan sedang bermasalah dengan pemerintah India lantaran menolak menghapus akun tertentu selama aksi protes petani terhadap undang-undang pertanian yang baru.

India memanggil perusahaan AS tersebut karena tidak berbuat cukup banyak untuk memblokir akun yang membagikan tagar provokatif terhadap pemerintah.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintahan Modi diketahui telah meningkatkan tekanannya pada perusahaan teknologi global. Baru-baru ini, mereka memberlakukan pembatasan ketat Facebook, Twitter dan YouTube, serta mengancam karyawan raksasa teknologi itu dengan hukuman penjara. Pemerintah India juga berani melarang lusinan aplikasi China, termasuk TikTok dan WeChat.

Baca juga: 7 Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di HP Android

Sejumlah kejadian ini pun dimanfaatkan betul oleh pengembang dalam negeri. Layanan asal India tumbuh dan muncul mencoba memanfaatkan nasionalisme pada bidang teknologi tersebut.

Selain Koo ada dua aplikasi lain yang berkembang di India, yaitu MX Taka Tak yang disebut mirip seperti platform video pendek Tiktok dan ada juga Moj.

Menurut laporan Sensor Tower, kedua aplikasi mengungguli para raksasa teknologi global yakni Snapchat, Instagram, Facebook dan WhatsApp menjadi yang paling banyak diunduh.

Mengendalikan kekuatan perusahaan teknologi global yang besar

Sejumlah pemerintahan di dunia saat ini sedang memperhitungkan, dan berusaha untuk mengendalikan kekuatan perusahaan teknologi global yang besar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Australia, Eropa, dan Amerika Serikat telah mengeluarkan peraturan yang bertujuan untuk menumpulkan sebagian dari kekuatan itu.

India pun mengincar perusahaan teknologi besar, namun sebagian besar fokusnya dalam beberapa bulan terakhir adalah melindungi keamanan dan kedaulatan nasionalnya.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *