Pemerintah Bakal Pasang GeNose di Bioskop, Buat Apa?

 Pemerintah berencana untuk memasang alat pendeteksi COVID-19 GeNose di seluruh Bioskop Indonesia. Rencana ini juga sudah dibicarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK), Muhadjir Effendy dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno.

“Jadi saya sudah ada pembicaraan dengan Menparekraf, untuk pengamanan bioskop nanti akan dipasang GeNose untuk gedung-gedung bioskop. Soal teknisnya nanti masih dibicarakan dengan pak Menparekraf,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, dalam keterangan resmi, Rabu (10/3/2021).

Muhadjir menuturkan hal itu akan dilakukan guna menjamin keamanan penonton film. Ia berharap, dengan adanya GeNose C19, penikmat film jadi tidak ragu untuk datang ke bioskop.

Baca juga: 5 Peralatan Perang Buatan Indonesia yang Jadi Rebutan Dunia

“Maksud kita agar masyarakat bisa segera percaya diri, aman untuk ke gedung bioskop. Sehingga industri perfilman juga para artis, para awak perfilman juga bekerja lebih aman, nyaman, sehingga kita bisa lebih lancar seperti sedia kala,” tutur Muhadjir.

Sebagai informasi, saat ini GeNose digunakan pada sektor transportasi kereta api sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan.

Sementara untuk angkutan udara, GeNose akan menjadi salah satu syarat perjalanan mulai 1 April nanti. Rencananya penggunaan GeNose akan diterapkan pada seluruh moda transportasi sesuai rapat yang dilakukan Kemenko PMK, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

Baca juga: Tips Latihan Mengetik 10 Jari

Muhadjir mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan penggunaan GeNose pada moda transportasi lainnya. Bahkan menyambut positif penggunaan GeNose diperluas di bidang lain.

“Respons masyarakat positif soal GeNose. Tingkat efektivitas baik dan teruji dan terus disempurnakan. Harapan penggunaan GeNose bisa bisa lebih masif di semua tempat, diupayakan tidak hanya perjalanan tapi juga kepentingan lain,” katanya.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *