Teknologi Fingerprint Baru ini Mampu Mengungkap Kejahatan

Petugas
penegak hukum di Oklahoma sekarang memiliki cara baru untuk menangkap penjahat.

Biro Investigasi Negara Bagian Oklahoma (OSBI)
memperkenalkan teknologi mutakhir yang memungkinkan penyidik ​​mendeteksi sidik
jari yang sebelumnya tidak dapat mereka deteksi.

Teknologi baru ini memiliki kemampuan untuk memecahkan kasus
rumit, menyelesaikan kasus baru lebih cepat dan hanya dapat ditemukan di lab
OSBI.

Baca juga: Hacker China Mengincar , Microsoft Mesti Waspada

Manajer teknologi agensi untuk Unit Cetak Laten, Meghan
Jones, mencari apa yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, yang dia
sebut sebagai sidik jari laten.

Dengan teknologi baru, Jones membantu Unit Cetak Laten maju
dengan cara yang mereka pikir tidak mungkin.

Teknologi telah meningkat dimana penegakan hukum sekarang
dapat memulihkan sidik jari dari objek yang sebelumnya tidak dapat mereka
lakukan.

Seperti residu dari selongsong peluru atau benda logam lainnya.
“Jika benda itu logam, misalnya pisau telah dicuci bersih dengan pemutih,
aseton atau dibuang ke danau,” kata Jones dikutip dari news9 hari Kamis 04
Maret 2021.

Baca juga: Drone DJI FPV Sudah Bisa Dipesan, Begini Fitur dan Harganya

“Kami dapat mengambilnya dan menjalankannya melalui
proses pemulihan kami dan itu akan teridentifikasi,” tambahnya.

Selongsong peluru dan objek berbentuk silinder lainnya juga
dapat difoto untuk menunjukkan sidik jari yang berbentuk sempurna.

Peralatan canggih lainnya adalah ruang VMD. Perangkat ini dapat
mengangkat cetakan sidik jari dan memelihara DNA kontak untuk penyelidikan
lebih lanjut.

Direktur OSBI, Ricky Adams memberi Jones lampu hijau untuk
membeli teknologi baru dan menguji kemampuannya. Pejabat agensi mengatakan
biaya peralatan baru sekitar $150.000 atau sekitar Rp2,1 miliar.

Baca juga: Lenovo ThinkPad X1 Series Terbaru Ada 3 Varian, Apa Saja?

Sebagai catatan, sebelumnya penyelidik dari OSBI menggunakan
perangkat genggam untuk memindai sidik jari orang yang tidak dikenal.

Sidik jari itu kemudian diproses melalui database yang
dimiliki negara bagian dan federal. Penyelidik mengatakan hasil dikembalikan
dalam beberapa menit.

Bulan Februari lalu, FBI memberikan penghargaan kepada OSBI
karena berhasil memecahkan kasus pembunuhan yang terjadi di Moore pada tahun 2012 lalu.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *