BBKSDA Sumut: 9 Orangutan dari Malaysia Menjalani Proses Karantina di PKOS

BeritaNasional.Id, Medan – Saat ini 9 Orangutan dari Malaysia yang diamankan pihak BBKSDA Sumut, sedang menjalani proses karantina dan rehabilitasi di Pusat Karantina Orangutan Sumatran (PKOS). Demikian dikatakan Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For, pada kegiatan konferensi Pers di Aula BBKSDA Sumut, Jalan SM Raja, Km.5,5 No.14 Marendal, Medan, Rabu (3/3/2021).

Dikatakan Hotmauli Sianturi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, telah melakukan repatriasi (pengembalian) 9 Orangutan Sumatera Utara (Pongo Abelii) dari Malaysia, yang tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada 18 Desember 2020 yang lalu.

Adapun ke 9 Orangutan (OU) itu diantara bernama Feng, Sai, Shielda, Ying, Yaya, Payet, Unas, Zila dan Zola. Pada saat kedatangan Feng (OU) adalah yang paling hati-hati. Butuh waktu lama untuk memindahkan dari kandang transportasi ke kandang sekarang.

Saat ini kondisinya lebih baik, lebih rileks, tidak seperti OU lainnya dan cenderung kalem, namun kondisi seperti itu adalah normal. Sementara Sai pada saat datang, secara umum kondisinya baik, namun masih takut pada orang dan lebih tegang. Namun saat ini kondisi baik, dan sudah lebih rileks. Tidak boleh terlalu dekat denganya, sehingga OU tidak akan melarikan diri.

Selanjutnya Shielda, pada saat datang, Ia terlihat lebih stress dan lebih menjaga jarak. Kondisi saat ini sudah lebih percaya dengan orang, asal dianggap dekat dengan OU. Kondisinya lebih nyaman dengan staf perempuan. Shielda dan Sai digabung satu kandang, karena informasi sebelumnya mereka digabungkan dan terlihat mereka lebih nyaman, dari pada sendiri-sendiri.

Untuk Ying, pada saat datang, Ying kondisinya sangat takut kepada orang dan selalu menjauh. Tapi saat ini sudah lebih nyaman dan mulai percaya pada orang-orang disekitarnya adalah membantu dia. Yaya, pada saat datang kondisinya stress dan kelelahan, karena perjalanan, namun 2 hari setelah dikarantina, kondisi sudah baik. Yaya Orangutan yang paling besar diantaranya yang lainnya.

Payet, pada saat datang sempat diare dan stres, dan langsung ditangani. Kondisinya saat sudah baik dan merupakan yang di repatriasi paling kecil.

Unas, pada saat datang tidak mau didekati orang. Kondisinya saat ini sudah baik, dan sudah mau dekat orang yang dikenal. Yaya pahit dan Unas digabungkan dalam satu kandang, karena mereka lebih stres kalau sendirian. Sebelumnya Info dari Malaysia, mereka sudah satu kandang.

Untuk Zila, pada saat datang Zila tidak mau dekat dengan orang dan akan bersuara, tanda untuk menjauh ketika ada yang mendekat, dan kondisi saat ini baik. Selanjutnya Zola, pada saat kedatanganya, secara umum kondisi OU baik, hanya stress dan kelelahan dalam perjalanan. Tetapi pemulihannya relatif cepat. Zola adalah jenis OU yang paling manja.

“Kesemua Oragutan dalam proses karantina dan rehabilitasi di Pusat Karantina Orangutan Sumatera, atau Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP), di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dari bulan Desember 2020 hinga Februari 2021,” bebernya Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For. (Reza)

The post BBKSDA Sumut: 9 Orangutan dari Malaysia Menjalani Proses Karantina di PKOS appeared first on Berita Nasional Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *