Trik Cerdas WhatsApp Redam Signal dan Telegram

Foto: Wallpaper Cave

Teknologi.id – Keluarnya aturan privasi baru dari
WhatsApp membuat banyak penggunanya berpaling pada layanan aplikasi chatting
pesaing seperti Telegram dan Signal. Melihat hal tersebut, nampaknya WhatsApp
tidak tinggal diam.

WhatsApp sebelumnya mungkin tak
menduga aturan privasi baru itu akan meresahkan para penggunanya, terutama karena
kebijakan berbagi data dengan Facebook. Angka download Telegram dan Signal pun
langsung melesat. Pengguna mereka tumbuh jutaan dan menempati ranking satu
aplikasi terpopuler di sejumlah negara.

WhatsApp pun mulai menyadari situasi
dan gencar melakukan sosialisasi, terutama dengan pesan bahwa pesan pengguna
tetap aman karena ada penyandian secara default. Tidak ada yang bisa membaca
komunikasi pengguna kecuali pengirim dan penerima.

Di sisi lain, aturan privasi baru itu
juga ditunda penerapannya dengan penambahan konsekuensinya yang diperlunak.
Dari sebelumnya menghapus akun pengguna yang tidak menerima aturan privasi,
akhirnya mereka tetap bisa memakai WhatsApp meskipun fungsi mengirim dan
menerima pesan dibatasi jika tetap tidak menerima kebijakan baru hingga tanggal
15 Mei mendatang.

Baca juga: Laptop/Komputer Sulit Connect WiFi? Berikut Cara Atasinya

“WhatsApp saat ini berada di
puncak download smartphone iPhone dan Android. Yang lebih menarik lagi,
kompetitornya yang paling serius telah terbenam. Signal meroket setelah kecaman
pada WhatsApp, dipicu oleh headline media. Namun keramaian itu telah
meredup,” ucap Zak Doffman, pakar keamanan siber dalam kolomnya di Forbes.

Untuk meredam Signal, WhatsApp tidak
menyasar sekuritinya yang memang lebih baik. Namun demikian, sosialisasi terus
menerus WhatsApp pada 2 miliar penggunanya bahwa mereka tetap aman, mungkin
membuat popularitas Signal semakin menurun.

Beralih ke Telegram yang jumlah
penggunanya sudah menembus 500 juta pengguna. WhatsApp pun menyasar titik lemah
Telegram, bahwa pesan yang dikirim di aplikasi ini tidak secara default
dilindungi oleh enkripsi end to end.

“Kami melihat beberapa
kompetitor kami mencoba mengklaim bahwa mereka tidak bisa melihat pesan orang.
Jika sebuah aplikasi tidak menawarkan enkripsi end to end secara default, maka
artinya mereka bisa membaca pesan Anda,” ucap WhatsApp.

Walau tak menyebut nama, jelas bahwa
yang dimaksud WhatsApp adalah Telegram. Kecerdikan strategi WhatsApp itu
dinilai ampuh membuat WhatsApp relatif tidak tergoyahkan meski akan tetap
menerapkan aturan privasi baru di 15 Mei nanti.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *