6 Rudal Penghancur Milik Indonesia yang Disegani Dunia

Baru-baru ini situasi di perairan wilayah Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara kembali memanas setelah Angkatan Laut China mendatangkan kapal induk di perairan tersebut.

Tak hanya itu, dilansir dari Global Times, Chinese People’s Liberation Army (PLA)
bagian Komando Teater Selatan dikabarkan juga telah menerbangkan 10 pesawat pembom yang dilengkapi lebih dari sekedar rudal balistik anti-kapal pada Rabu, 24 Februari 2021.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia selaku empunya mutlak kedaulatan wilayah Laut Natuna Utara tersebut? Apakah militer Indonesia mampu mengimbangi China dengan segala peralatan tempur maupun kapal perang super canggih tersebut?

Banyak yang beranggapan negara kita tidak akan mampu mengimbangi kedigdayaan militer China, namun nyatanya Indonesia juga mempunyai peralatan perang canggih yang diakui kehebatannya oleh dunia, lho.

Salah satunya yakni rudal. Rudal alias peluru kendali merupakan senjata yang mampu melumat kekuatan musuh dengan jarak tembak yang sangat jauh.

Bagi kalian yang belum tahu, Indonesia saat ini setidaknya memiliki enam rudal penghancur dengan daya serang darat maupun udara yang sangat disegani militer di kawasan Asia Tenggara dan dunia. Untuk lebih jelasnya, berikut ini Teknologi.id rangkum keenam rudal penghancur milik Indonesia yang bisa menjadi kartu As saat terjadi peperangan.

Baca juga: 5 Alutsista Canggih Buatan Indonesia yang Diakui Dunia

6 Rudal Penghancur Milik Indonesia yang Disegani Dunia

1. Yakhont P 800, Rudal Legendaris Milik TNI AL

Foto: Military-Today.com

Yakhont P 800 merupakan rudal buatan Rusia yang dikenal legendaris hingga ditakuti militer Amerika. Rudal Yakhont punya daya jelajah jarak menengah supersonik strategis generasi keempat yang baru digunakan oleh Rusia, Indonesia, Vietnam, Suriah dan India.

India menamakan rudal ini BrahMos (diambil dari dua nama sungai, Brahmaputra dan Moskva) hasil joint venture India dan Rusia. Yakhont memiliki jarak tembak 300 Km atau setara dengan jarak Surabaya ke Semarang, sedangkan hulu ledaknya adalah 200 Kg. Di Asia Tenggara, Yakhont hanya digunakan oleh Vietnam dan Indonesia.

Perbedaannya, Vietnam menempatkan rudalnya di Silo (tempat peluncuran) di pantai, bersifat statis, untuk keperluan defensif untuk menghadang kapal-kapal perang Cina yang bersengketa dengan Vietnam tentang kepulauan Spratly, sedangkan Indonesia menempatkannya di atas kapal perang yang bersifat dinamis. Bisa digunakan untuk keperluan ofensif maupun defensif.

Selain kecepatannya yang tinggi, sekitar 2,5 kali kecepatan suara, keunggulan rudal Yakhont adalah kemampuannya untuk terbang pada ketinggian hanya 5 sampai 10 meter di atas permukaan laut. Ketinggian yang rendah ini sulit ditangkap oleh radar.

Sehingga kedatangan Yakhont hanya bisa dideteksi secara visual pada saat rudal sudah berada sangat dekat dengan sasaran. Saat tidak ada waktu lagi untuk menghindar Yakhont milik TNI AL sudah menerjang kapal perang lawan.

Baca juga: Senjata Canggih Milik TNI yang Membuat Indonesia Disegani

Menurut sumber, saat ini 16 KRI milik TNI AL sudah dilengkapi dengan rudal Yakhont, yaitu 6 fregat dan 10 korvet. Masing-masing fregat dipasang delapan unit Yakhont, sedangkan korvet sebanyak empat unit. Pemasangan dilakukan seluruhnya oleh PT. PAL di Surabaya. Ini artinya Indonesia paling tidak sudah memiliki lebih dari 100 rudal Yakhont.

Fregat yang telah dilengkapi dengan rudal Yakhont adalah KRI Ahmad Yani 351, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma 355, KRI Karel Satsuit Tubun 356, KRI Slamet Riyadi 352, KRI Yos Sudarso 353 dan KRI Oswald Siahaan 354 .

Sedangkan 10 korvet TNI AL yang sudah dilengkapi dengan rudal Yakhont diantaranya:, KRI Imam Bonjol 383, KRI Pati Unus 384, KRI Teuku Umar 385, KRI Silas Papare 386, KRI Hasan Basri 382, KRI Untung Suropati 372, KRI Nuku 373, KRI Lambung Mangkurat 374, KRI Sutanto 377, dan KRI Sultan Thaha Syaifuddin 376.

Nantinya kapal-kapal selam baru TNI AL juga akan dilengkapi dengan rudal Yakhont, karena Yakhont memang bisa diluncurkan dari bawah laut.

2. Raytheon AGM-65K2, Rudal Udara Canggih Milik TNI AU

Foto: Radar Militer

Raytheon AGM-65K2 adalah salah satu rudal andalan Indonesia yang dipasang pada pesawat tempur F-16. Rudal ini memiliki diameter 300 mm dan panjang 2,49 meter. Jika digunakan dalam keadaan baik, rudal Raytheon bisa menempuh jarak tembak hingga 24 kilometer.

Raytheon sendiri memiliki kecepatan hingga 1.100 km per jam. Jadi bisa dibayangkan betapa cepatnya rudal ini bergerak sebelum akhirnya mengenai sasaran.

Raytheon AGM-65K2 diproduksi oleh Amerika dan telah digunakan oleh 30 negara di dunia. Hingga sekarang produksi rudal ini sudah mencapai 70.000 unit sejak pertama kali dibuat di tahun 1972. Rudal ini menjadi senjata andalan Indonesia yang dioperasikan oleh Skadron Udara bersama 10 unit F-16 serta 24 F-16 C/D.

3. Kh-59ME, Rudal Anti Kapal

Foto: Scale Model Videos

Bernostalgia dengan sejarah perebutan Irian Barat, saat itu Indonesia harus melobi negara besar agar bisa bersaing dengan Belanda. Lalu dengan kecerdasan dan lobi hebat Presiden Soekarno ke Rusia, Indonesia bisa menerima bantuan senjata berupa rudal yang bisa menghancurkan kapal induk Belanda bernama Karel Doorman. Rudal itu bernama AS-1 Kennel. Rudal ini mampu memukul mundur Belanda melalui psy war hingga mereka rela melepaskan Irian Barat.

Setelah era hebat AS-1 Kennel memang berakhir, tapi TNI ingin mengulang kehebatan itu dengan rudal jenis baru bernama KH-59ME. Rudal ini masih buatan Rusia dan nantinya akan dipasangkan ke pesawat tempur jenis Sukhoi Su-27 dan Su-30.

Rudal ini mampu menempuh jarak 115 kilometer dan kecepatan luncur mencapai 1.100 kilometer per jam.

Saat ini rudal Kh-59ME baru dipakai oleh Indonesia, Tiongkok, dan Korea Utara.

4. Exocet MM40 Block 3, Rudal Anti Kapal High Subsonic

Foto: Naval News

Indonesia sudah sejak lama, 1980-an, menjadi pelangaan pengguna rudal Exocet, sehingga Exocet bukanlah nama yang asing lagi di kalangan TNI AL di Indonesia. Kemampuannya yang sangat hebat membuat rudal anti kapal ini banyak dipakai oleh angkatan laut di seluruh dunia termasuk Indonesia, Yunani, dan Peru.

Exocert MM40 Block 3 adalah varian baru yang dimiliki oleh Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah memakai Block 2 dan sering digunakan untuk uji coba. Exocert MM40 Block 3 ini memiliki panjang 5,8 meter dan bobot 870 kg. Untuk masalah jangkauan, rudal ini mampu menempuh jarak hingga 200 km. Sebuah jarak yang signifikan terutama jika digunakan saat perang.

Rudal penghancur kapal perang buatan Prancis yang dimiliki TNI AL dan telah dipasang pada sejumlah kapal perang itu merupakan rudal Exocet generasi mutakhir. Rudal ini kabarnya bisa menghantam sasaran pada jarak 200 km.

Kapal perang yang bisa dibuat rusak parah oleh hantaman sebuah rudal Exocet MM40 Block 3 bahkan termasuk kapal induk seperti yang dimiliki oleh AS dan China. Jika sejumlah Exocet MM40 Block 3 yang berpemandu GPS itu ditembakkan sekaligus ke kapal induk, besar kemungkinan kapal induk tersebut akan tenggelam.

Baca juga: Daftar Android RAM 6 GB dengan Harga Mulai dari Rp1 Jutaan

5. R-73, Rudal Pemburu Milik TNI AU

Foto: Boombastis

Selama tiga dekade ke belakang, lini rudal di Indonesia terbilang masih kalah jauh dengan Malaysia dengan hanya bertumpu pada rudal lawas yang berusia puluhan tahun.

Untuk lepas dari kekunoan ini, TNI AU akhirnya memesan Sukhoi Su-27 dan Su-30 yang diharapkan akan memberikan tempat sebesar-besarnya untuk rudal. Sayangnya rudal ini baru terbeli 10 tahun pasca Sukhoi masuk Indonesia.

Rudal R-73 dibuat oleh Rusia sebagai pelengkap beberapa pesawat tempur seperti Sukhoi. Rudal ini memiliki berat hingga 105 kg dan panjang mencapai 2,93 meter. Rudal ini pertama kali dibuat oleh Rusia pada tahun 1984 dan masih berlanjut hingga sekarang.

Rudal ini dipakai oleh banyak negara di dunia karena kehebatannya dalam bertempur. Tak pelak, Indonesia, Suriah, hingga Korea Utara pun rela membeli rudal ini untuk memperkuat militernya.

6. RBS-15 MK3, Rudal Penghancur Kapal Cepat

Foto: IndoMiliter

Rudal RBS-15 MK3 adalah salah satu rudal multi platform yang sangat hebat hingga saat ini. Rudal ini bisa dipasang di truk, pesawat tempur hingga kepal perang.

Untuk RBS-15 MK3 ini Indonesia memasangnya pada Kapal Cepat Rudal atau KCR dengan nama Klewang. Hingga saat ini Indonesia telah memiliki 4 unit peluncur rudal RBS-15 MK3 yang bisa membuat negara tetangga ketar-ketir.

Rudal RBS-15 MK3 memiliki panjang hingga 4,35 meter dengan wingspan 1,4 meter. Berat satu rudal bisa mencapai 800 kg dan jarak tempuhnya 200 kilometer. Kecepatan rudal ini lumayan tinggi hingga akan mengenai sasaran dalam jangka waktu yang sangat singkat.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *