Genap 12 Tahun, WhatsApp Komitmen pada Privasi Pengguna

Genap sudah 12 tahun usia WhatsApp di 2021 ini. WhatsApp yang kini memiliki jumlah pengguna mencapai 2 miliar lebih terus berkomitmen untuk meningkatkan keamanan aplikasinya. 

Baca Juga: 5 pekerjaan unik yang tidak disangka memiliki gaji besar

Sempat diterpa isu terkait keamanan privasi data penggunanya, aplikasi pesan instan ini tetap saja masih memiliki banyak pengguna, meskipun ada laporan yang menyebutkan jika pengguna WhatsApp turun hingga 11%.  

Dilansir dari Okezone Techno, Kamis (25/2), lewat akun Twitter resminya WhatsApp menuliskan ucapan ulang tahun untuk dirinya sendiri. Tak ketinggalan, WhatsApp juga memamerkan sederet keunggulannya dibandingkan aplikasi sejenis.

WhatsApp mengatakan, ada lebih dari 100 miliar pesan yang dikirimkan dan lebih dari 1 miliar panggilan dilakukan tiap hari oleh lebih dari 2 miliar pengguna aktif aplikasinya.

“Kami akan terus melanjutkan komitmen kami terkait privasi Anda dengan enkripsi end-to-end. Selalu dan selamanya. Selamat 12 tahun WhatsApp!” tulis WhatsApp.

WhatsApp didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum pada tahun 2009, setelah mereka resign dari Yahoo!. Kemudian, pada 2014 Acton menjual WhatsApp kepada Facebook dengan harga yang fantastis, yakni USD22 miliar.

Acton membuat Signal, aplikasi serupa WhatsApp yang diklaim lebih aman, dan menjabat sebagai Executive Chairman Signal Foundation, yakni lembaga yang membantu pengembangan aplikasi Signal. Beberapa hari terakhir, Signal mengalami lonjakan jumlah pengguna setelah direkomendasikan oleh Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya

Signal dan rival WhatsApp lainnya, yaitu Telegram, semakin bersinar dan tampaknya mengancam posisi WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan populer setelah aplikasi yang dinaungi Facebook itu menggulirkan aturan privasi baru yang penuh kontroversi. Namun, tetap saja kepopuleran WhatsApp tidak hilang, terbukti dari jumlah penggunanya yang masih tetap banyak.

Baca Juga: Jika Tak Cocok, Konsumen Boleh Kembalikan HP Lipat Samsung

Kendati demikian, WhatsApp berkali-kali meyakinkan para penggunanya jika aplikasinya dijamin aman dan tidak ada penyalahgunaan privasi pengguna. Apa yang dilakukan WhatsApp ini disebut-sebut sebagai langkah agar jumlah penggunanya tidak terus berkurang.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *