Mengenal Metode Vaksin Covid-19 dengan Sel Dendritik Autolog

VAKSINASI COVID-19 DOSIS KEDUA DI BANDUNG

Tim peneliti dari PT. Rama Emerald Multi Sukses (Rama Pharma) bersama AIVITA Biomedical asal Amerika Serikat, dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengembangkan vaksin virus corona bertajuk Vaksin Nusantara. Pengembangan vaksin itu juga melibatkan mantan Menteri Kesehatan Terawan Putranto.

Salah seorang peneliti Yetty Movieta Nency mengatakan vaksin tersebut dikembangkan dengan metode berbasis sel dendritik autolog. Sel tersebut merupakan komponen dari sel darah putih.

Sel dendritik autolog digunakan untuk merangsang respon imun spesifik terhadap antigen spike dari SARS CoV-2. Setelah mengenali antigen akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali untuk memicu sel-sel imun lain sehingga membentuk sistem pertahanan memori terhadap virus corona.

Yetty menjelaskan prosedur vaksinasi diawali dengan mengambil sel dendritik autolog dari sel darah putih subjek. Kemudian, sel tersebut dikenalkan dengan recombinan dari virus SARS CoV-2 di laboratorium. 

Pembibitan memerlukan waktu selama tiga hari sebelum disuntikkan ke dalam tubuh. “Setelah itu sel dendritiknya menjadi pintar bisa mengenali, sudah tahu bagaimana mengantisipasi virus, kemudian dia kita suntikkan kembali, ” kata Yetty dilansir dari Antara pada Kamis (18/2).

Lebih …

Selengkapnya : Mengenal Metode Vaksin Covid-19 dengan Sel Dendritik Autolog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *