Ilmu Kehidupan Penting yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Foto: Unplash

Teknologi.id – Pendidikan formal merupakan hal penting
yang harus dienyam oleh setiap orang. Melalui pendidikan formal berupa sekolah,
setiap orang akan mendapatkan ilmu serta wawasan akan berbagai bidang.

Namun, ilmu-ilmu yang diperoleh dari pendidikan
di dalam kelas tidak selamanya mencakup seluruh kebutuhan kita di kehidupan
nyata. Setelah diteliti, ternyata masih banyak ilmu dan pengetahuan yang
penting, namun justru tidak diajarkan di bangku sekolah.

Apa sajakah itu? Berikut beberapa diantaranya.

Cara Membangun Hubungan dan Relasi

Foto: Unsplash

Hal satu ini tidak ada hubungannya
dengan ekstrovert ataupun introvert karena semua orang bisa mempelajarinya. Ada
kekuatan besar yang dapat diperoleh jika jaringanmu sangat luas. Selain dari
berbagai perkumpulan khusus, di masa pandemi ini kamu bisa mendapatkan banyak
jaringan dari sesama peserta seminar atau workshop yang kamu ikuti.

Di mana yang kita tahu bahwa relasi dan networking yang luas sangat penting untuk menciptakan karir
yang cemerlang serta mendapatkan dukungan dari teman-teman sekitar kita. Kamu
juga akan lebih mudah untuk memasarkan atau mempromosikan suatu produk atau
bisnis dengan relasi yang luas.

Baca juga: Pengumuman Warga Medsos, Polisi Virtual RI Siap Berpatroli!

Menentukan Skala Prioritas

Foto: Unsplash

Ini adalah salah satu keahlian
terpenting yang perlu dimiliki seseorang. Mulai dari menghindari multi-tasking
dan lebih fokus pada prioritas, berkonsentrasi pada pekerjaan, menghindari
gangguan sampai membuat to-do-list.

Ini sedikit bertolak belakang di mana
di sekolah kita diajarkan untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Memang
skill multi-tasking adalah sesuatu yang penting dan harus dimiliki. Namun mengatur skala prioritas dan mengerjakan dengan terstruktur akan jauh
lebih efektif.  Seminimal-minimalnya
memilah antara yang penting dan perlu dikerjakan sesegera mungkin.

Manajemen Keuangan Pribadi

Foto: Unsplash

Tidak ada pelajaran mengatur keuangan
di sekolah, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Padahal, mengingat
semakin pentingnya pemasukan dan pengeluaran seseorang dalam kehidupan
sehari-hari, kecakapan ini seharusnya diajarkan, setidaknya di bangku SMA dan sederajat.

Siswa SMA dinilai lebih open-minded
dan harus mulai berorientasi memikirkan masa depannya, entah itu melanjutkan
kuliah atau bekerja. Pada titik ini setidaknya diperlukan pemberian materi
manajemen keuangan. Hal ini dilakukan agar ketika sudah lulus dan mulai kuliah
dan berkarir, siswa memiliki bekal untuk mengatur keuangannya.

Siswa juga menjadi mampu membedakan
mana keinginan dan kebutuhan, menahan diri untuk tidak bersikap konsumtif,
menyisihkan uang untuk menabung dan bersedekah, serta hal penting lain. Sehingga
diharapkan mereka mampu membelanjakan uangnya dengan tepat dan bijak.

Kemampuan Menyelesaikan Masalah (Problem
Solving
)

Foto: Unsplash

Yang dimaksud kemampuan problem
solving
ini yaitu kemampuan dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Di luar sekolah, siswa tinggal di lingkungan dengan permasalahan dan
fenomena yang berbeda. Nah dalam hal ini seharusnya materi problem solving
diajarkan di semua bidang pelajaran.

Karena berbagai kemampuan dalam problem
solving
seperti berpikir dengan tenang, berpikir kritis, mampu mengambil keputusan
dan berbagai softskill lain merupakan hal penting yang harus dimiliki
setiap siswa ketika lulus. Kemampuan seperti ini tidak diajarkan secara
langsung ketika berada di bangku sekolah yang membuat banyak lulusan sekolah
yang merasa kaget akan realita kehidupan ketika mereka lulus.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *