Benarkah China Membuat Tentara Super yang Tahan Sakit?

 China dilaporkan sedang membangun tentara generasi mendatang dengan kemampuan seperti tokoh super hero. Hal tersebut merupakan analisis badan intelijen Amerika Serikat.

Pertanyaannya, apakah tentara super dengan kemampuan di atas manusia biasa pada umumnya memang bisa diciptakan?

Sebelumnya, AS sudah lebih dulu memulai program tersebut yang ingin membuat Iron Man dengan membuat proyek seragam pelindung canggih bagi personel militer yang disebut Tactical Assault Light Operator Suit, disingkat TALOS.

Baca juga: 10 Eksperimen Militer yang Tidak Dilanjutkan karena Gagal

Namun proyek tersebut kini dihentikan, para pengembang masih berharap komponen-komponen seragam yang bisa mementalkan peluru ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tempur.

Mantan direktur Badan Intelijen Nasional China (DNI), John Ratcliffe, secara terang-terangan menuduh China sedang membangun tentara dengan kemampuan di atas manusia normal.

“China melakukan percobaan terhadap anggota Tentara Pembebasan Rakyat dengan harapan mengembangkan tentara dengan kemampuan biologis yang jauh lebih andal. Dalam ambisi ini, Beijing tak memedulikan hal-hal yang bersifat etis,” kata Ratcliffe dalam tulisan di The Wall Street Journal, dikutip dari Kompas hari Senin tanggal 15 Februari 2021.

Baca juga: 5 Badan Intelijen Dunia Terbaik yang Ada di Dunia

Tetapi pemerintah di Beijing menggambarkan tulisan Ratcliffe tersebut sebagai “tak lebih dari kebohongan semata”. Banyak negara berambisi punya tentara super, tentara yang tahan sakit, tahan suhu dingin atau tetap bugar meski tak tidur.

Namun, seperti terlihat dalam proyek Iron Man yang dikembangkan AS, kendala praktis sering kali membuat program militer tak bisa diwujudkan sesuai harapan.

Pada tahun 2019, terbit tulisan akademis yang salah satu penulisnya yaitu Elsa Kania mengenai soal militer China “yang aktif mengeksplorasi teknik modifikasi genetika untuk membangun tentara super”.

Baca juga: AS Buat Drone LongShot, Berukuran Kecil namun Mematikan

“Memang penting mendiskusikan mengapa militer China membahas dan ingin mewujudkan ambisi mereka, tetapi penting juga untuk mengakui kesenjangan antara ambisi dan kemampuan teknologi mereka secara riil,” kata Kania.

Ia menjelaskan militer di seluruh dunia punya ketertarikan yang besar soal kemungkinan manusia membangun tentara super.

Tetapi pada akhirnya semua tersadarkan oleh kenyataan bahwa sains juga punya keterbatasan, yang membuat ambisi membangun tentara super, tak bisa diwujudkan.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *