Roket SpaceX Milik Elon Musk Meledak Lagi Saat Uji Coba

Foto: Space.com

Teknologi.id – Salah satu perusahaan Elon Musk, SpaceX dikabarkan telah meluncurkan prototipe roket Starship generasi terbaru miliknya. Roket tersebut sukses diluncurkan pada hari Selasa (2/2). Namun, terjadi masalah saat pendaratan. Roket tersebut dikabarkan meledak saat terjadi benturan selama uji coba terbang yang dilakukan pengembang.

Dilansir dari CNBC, pada hari Rabu (3/2), Prototipe roket Starship Serial Number 9 atau SN9 tersebut memiliki tujuan untuk terbang setinggi 10 kilometer atau sekitar ketinggian 32.800 kaki. Diketahui, prototipe roket dibuat dari baja tahan karat, mewakili versi awal roket yang diluncurkan CEO Elon Musk pada tahun lalu.

Kejadian ini bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya, pada Desember 2020, SpaceX juga meluncurkan prototipe roket Starship Serial Number 8 atau SN8. Senasib, roket tersebut sukses saat diterbangkan namun roket tersebut menghantam tanah dan kemudian meledak saat melakukan pendaratan.

“Kami memiliki, sekali lagi, penerbangan hebat lainnya. Kami hanya harus sedikit memperbaiki terkait pendaratan ,” kata SpaceX Principal Integration Engineer, John Insprucker dalam siaran web perusahaan tersebut.

Meskipun roket Starship SN9 mengalami nasib ledakan yang sama seperti SN8, SpaceX memandang uji terbang sebagai langkah maju dalam pengembangan roket. Kemungkinan percobaan peluncuran dan pendaratan berikutnya akan dilakukan oleh roket Starship SN10.

Baca juga: MediaTek Rilis Modem M80 5G, Cepat dan Hemat Daya

Terlepas dari optimisme SpaceX tentang uji terbang roket Starship miliknya, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada CNBC bahwa mereka akan melakukan penyelidikan kecelakaan terkait pendaratan SN9 yang gagal mendarat tersebut.

“Meskipun ini adalah uji terbang tanpa awak, penyelidikan akan mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan hari ini dan kemungkinan peluang untuk lebih meningkatkan keselamatan seiring dengan berkembangnya program,” kata FAA.

Sebelumnya, FAA juga telah menyelidiki uji coba SN8 yang berakhir dengan ledakan karena SpaceX disebut melanggar lisensi penerbangan. Karena investigasi ini, uji coba SN9 harus mundur kurang lebih seminggu dari waktu yang telah ditentukan.

Saat memberikan lampu hijau untuk peluncuran SN9, FAA menjelaskan pelanggaran apa yang dilakukan SpaceX. Rupanya sebelum SN8 diluncurkan, SpaceX meminta FAA membebaskan batas keamanan publik yang kemudian ditolak oleh FAA. Namun, SpaceX tetap meluncurkan uji coba tersebut tanpa persetujuan FAA.

Baca juga: Menyesal Hapus Postingan di Instagram? Restore Aja!

Musk mengalihkan perhatian perusahaan ke Starship pada bulan Mei setelah SpaceX berhasil meluncurkan misi astronot pertamanya. Saat ini, perusahaan sedang mengembangkan Starship dengan tujuan meluncurkan kargo dan 100 orang sekaligus dalam misi ke bulan dan Mars.

Selain itu, beberapa prototipe juga dikabarkan sedang dibangun secara bersamaan di fasilitas SpaceX yang sedang berkembang di Boca Chica, Texas. Tujuan Musk adalah membuat Starship dapat digunakan kembali sepenuhnya dan membuat roket yang lebih mirip dengan pesawat komersial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *