Fenomena Coronasomnia dan Cara Atasinya

 Apakah kamu pernah merasa sulit tidur selama pandemi virus corona COVID-19 berlangsung? Jika iya, maka besar kemungkinan kamu mengalami ‘coronasomnia’.

Coronasomnia merupakan istilah yang disematkan oleh para ahli. Istilah ini merujuk gangguan tidur yang terjadi akibat keresahan terhadap pandemi.

Banyak hal yang bisa menyebabkan coronasomnia, mulai dari stres akan pekerjaan, proses belajar yang dilakukan secara daring, peningkatan waktu memandang layar gadget, hingga kurangnya waktu untuk bersosialisasi secara langsung dengan orang terdekat.

Baca juga: Cara Memindahkan Kontak dari Android ke iPhone

American Medical Association (AMA) mencatat, coronasomnia memiliki konsekuensi kesehatan masyarakat yang lebih dari sekadar sulit tidur. Mulai dari risiko meningkatnya tekanan darah tinggi, depresi, dan masalah kesehatan lainnya. Sebagaimana diketahui, stres dan kualitas tidur yang buruk menjadi salah satu pemicu utama berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Pandemi membuat suasana jadi serba tidak pasti. Ketidakpastian yang dibawa ke tempat tidur, lanjut Rosen, akan memengaruhi cara Anda tidur dan meningkatkan tingkat kewaspadaan.

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi coronasomnia. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengatasi coronasomnia.

Baca juga: 4 Pemborosan Milenial yang Mesti Dihindari

1. Biasakan tidur teratur

Tidur sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, tidur teratur dapat membantu tubuh membentuk siklus tersendiri yang dapat meningkatkan kualitas tidur.

Biasakanlah untuk selalu bangun di pagi hari dan dapatkan cahaya terang dalam satu atau dua jam setelah bangun. Cara ini dilakukan sebagai pengingat jam internal tubuh bahwa sudah saatnya untuk bangun.

Selain itu, kita juga disarankan untuk melakukan rutinitas malam 30-60 menit sebelum tidur untuk beristirahat dan memberi sinyal ke otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

2. Buat sistem saraf simpatik rileks

Dengan segala peristiwa yang terjadi dan kecemasan yang muncul selama mandei,, sistem saraf simpatik akan bekerja terlalu keras. Hal itulah yang akhirnya membuat seseorang sulit untuk tidur.

Banyak orang berpikir olahraga dapat membantu. Namun, hal itu tak sepenuhnya bisa dibenarkan.

Sementara itu, olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh, yang pada gilirannya bisa membuat Anda sulit tidur. Olahraga memang hal yang baik, namun baiknya lakukan di pagi hari atau setidaknya tiga jam sebelum tidur.

3. Pentingnya pikiran yang jernih

Strategi kesehatan mental yang tepat dibutuhkan dalam hal ini. Sisihkanlah waktu untuk menikmati setiap sesuatu dengan pikiran yang tenang dan jernih.

Luangkan waktu sekitar 10 menit untuk menuliskan semua hal yang berkumpul dalam pikiran. Kamu bisa melakukannya satu hingga dua jam sebelum tidur. 

4. Kurangi asupan berita yang menambah cemas

Pada titik tertentu, kamu harus berhenti menonton atau mengikuti berita dan perkembangan-perkembangan terbaru. Memang mengetahui apa yang terjadi di dunia merupakan hal yang penting. Namun, jika hal terakhir yang kau lakukan sebelum tidur adalah mengecek berita dan perkembangan COVID-19, maka insomnia akan terus mengancam kamu. Alih-alih menenangkan, kebiasaan tersebut justru membuat saraf simpatik gusar.

(MIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *