Sono Sion, Mobil Listrik yang Memiliki Panel Surya

Foto: sonomotors

Teknologi.id – Perusahaan otomotif baru (startup) asal Jerman, Sono
Motors, merilis mobil listrik bernama Sion. Berbeda dengan mobil listrik lain,
mobil ini memiliki panel surya sehingga mampu mengisi daya menggunakan cahaya
matahari.

Dilansir iNews dari
Autoevolution, Senin 01 Februari 2021, mobil ini telah dibuat sejak tahun 2019
dan seharusnya diluncurkan pada 2020. Namun, karena ada pandemi Covid-19
rencana tersebut tertunda dan baru dirilis tahun ini.

Pada pameran CES 2021 akhirnya
mobil ini resmi dikenalkan. Sono Sion menjadi mobil listrik pertama di dunia
bertenaga surya yang diproduksi massal.

Baca juga: Jeep Gladiator JT Rubicon Dirilis di Indonesia Seharga Rp2 M

Tidak seperti mobil sedan
liftback listrik lainnya, model dari Sono Sion berupa MPV 5 tempat duduk dengan
bagian buritan yang mengotak.

Desainnya juga tidak begitu ramai
dengan lekukan bodi maupun tarikan garis yang banyak. Bisa dibilang eksterior
Sono Sion cukup simpel dan sederhana.

Eksterior Sono Sion tidak
dilapisi dengan cat namun dilapisi panel surya mulai dari atap, kap mesin,
pintu hingga bagian belakang.

Lapisan panel surya ini dapat
mengubah cahaya matahari menjadi tenaga penggerak sejauh 34 km.

Baca juga: Fitur Menarik Cessna, Jet Pribadi Milik Crazy Rich Malang

Dengan menggunakan panel surya,
selain ramah lingkungan, juga dapat menghemat biaya bahan bakar. Sion cukup
dijemur pada sinar matahari maka dapat mengisi tenaganya.

Tidak hanya bermodalkan cahaya
matahari tetapi juga dilengkapi dengan baterai yang berukuran 35 kWh dan
teknologi pengisiannya sudah dilengkapi dengan kemampuan fast charging selama 30 menit saja. Untuk satu kali pengisian daya
penuh, mampu melaju hingga jarak 255 km.

Tenaga maksimal yang dapat
dihasilkan Sono Sion mencapai 150 kW, tenaga kontinu 60kW, dan torsi 175 Nm.
Sementara kecepatan maksimal mencapai 140 km/jam.

Baca juga: WISE, Fitur dari Wuling yang Dapat Kendalikan Mobil Pakai HP

Sion dilengkapi dengan aplikasi
pendamping yang saat ini masih dalam pengembangan. Nantinya pemilik mobil tak
perlu menggunakan kunci konvensional saat masuk ke mobil, serta dapat
diintegrasikan ke teknologi lain.

Mobil ini dibanderol dengan harga
30.200 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp425 juta. Harga tersebut lebih
mahal dari harga awal saat sudah diproduksi secara massal.

(fpk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *