Akan Terkoneksi ke Otak, Komputer Bisa Edit Suasana Hati?

 Di masa depan, nampaknya manusia akan semakin tergantung dengan teknologi. Hal ini disebabkan oleh inovasi-inovasi teknologi yang terus dilakukan. Salah satu inovasi tersebut adalah komputer disebut akan terkoneksi ke otak dan dapat mengatur suasana hati. Kok bisa?

Dilansir dari TVNZ, pada hari Jumat (29/1), bos perusahaan game raksasa Valve, Gabe Newell membahas tentang masa depan brain computer interface (BCI) atau komputer yang tersambung ke otak. Gabe Newell mengatakan bahwa ia dan staf Valve selama beberapa tahun telah mempelajari bagaimana BCI dapat digunakan di sektor permainan.

Newell yakin bahwa BCI dapat segera menciptakan pengalaman superior yang bisa kita rasakan melalui mata dan telinga kita sendiri.

“Tapi bukan itu yang aneh. Yang menjadi aneh adalah ketika Anda menjadi dapat diedit melalui BCI,” kata Newell.

Saat ini, orang menerima perasaan mereka melalui apa yang mereka rasakan. Tetapi, Newell mengatakan bahwa BCI akan segera memungkinkan pengeditan perasaan ini secara digital, dan hal tersebut semudah menggunakan aplikasi.

Newell mengakui bahwa beberapa idenya mungkin tampak luar biasa, dan mengatakan beberapa diskusi yang dia lakukan seputar BCI “tidak bisa dibedakan dari fiksi ilmiah”. Tetapi menurutnya, pengembang game akan membuat kesalahan jika tidak mempelajari tentang BCI dalam waktu dekat.

Baca juga: Beri Surat Komplain ke YouTuber, Eiger Akhirnya Minta Maaf

Untuk mewujudkan hal tersebut, Newell mengatakan Valve saat ini sedang mengerjakan proyek perangkat lunak BCI open-source yang memungkinkan pengembang untuk mulai menafsirkan sinyal yang dibaca dari otak menggunakan perangkat keras seperti helm VR (virtual reality) yang dimodifikasi.

“Kami sedang mengerjakan proyek open source sehingga semua orang dapat memiliki teknologi baca sinyal orak beresolusi tinggi yang dibangun ke dalam headset dalam sekumpulan modalitas yang berbeda,” kata Newell.

Beberapa orang yang menggunakan headset VR menderita vertigo karena ketidaksesuaian antara apa yang mereka lihat dan apa yang tubuh mereka rasakan. Namun, Newell mengatakan bahwa saat ini, BCI telah maju ke titik di mana vertigo dapat ditekan secara artifisial.

Selain membaca sinyal otak manusia, Newell juga membahas realitas di masa mendatang untuk dapat menulis sinyal ke pikiran orang lain. Hal tersebut dapat mengubah perasaan mereka atau menyampaikan visual yang lebih baik dari nyata melalui game.

Dia mengatakan BCI akan memberikan pengalaman bermain game yang jauh lebih baik daripada yang bisa didapatkan pemain melalui bagian tubuh seperti mata dan telinga mereka.

“Sisi Gelap” dari BCI

Foto: TVNZ

Newell secara singkat menyebutkan bahwa BCI berpotensi digunakan untuk menyebabkan manusia merasakan sakit fisik, bahkan rasa sakit di luar tubuh fisik mereka.

“Anda bisa membuat orang mengira mereka terluka dengan melukai alat mereka, yang merupakan topik rumit dalam dirinya sendiri,” katanya.

Pengembang game mungkin memanfaatkan fungsi itu untuk membuat pemain merasakan sakitnya karakter yang mereka mainkan seperti ketika mereka terluka. Namun, mungkin pada tingkat yang lebih rendah.

Seperti bentuk teknologi lainnya, Newell mengatakan harus ada kepercayaan untuk menggunakannya karena tidak semua orang akan merasa nyaman menghubungkan otak mereka ke komputer.

Baca juga: Lindungi Tombol Home iPhone Kamu Dengan Cara Berikut

Dia mengatakan tidak ada yang akan dipaksa untuk melakukan apapun yang mereka tidak ingin lakukan Biasanya, orang akan mengikuti orang lain jika mereka memiliki pengalaman yang baik. Newell membandingkannya dengan keputusan orang menggunakan telepon.

“Orang-orang akan memutuskan sendiri apakah mereka ingin melakukannya. Tidak ada yang menyuruh orang menggunakan telepon,” kata Newell.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *