10 Kesalahan Mengelola Keuangan Single Parents

Foto : Cronyos.com

10 Kesalahan Mengelola Keuangan Single Parents

Tidak semua pernikahan akan berjalan
mulus dan terkadang perceraian menjadi salah satu jalan keluar yang
paling baik. Tentu di dalam perceraian, anak-anak tidak boleh menjadi
korbannya.

Sebisa mungkin seorang single parent bekerja dan berusaha untuk mengurus anaknya. Namun, ketika mengurus masalah keuangan, tidak semua orang paham dan siap.

Di bawah ini telah dirangkum 10 kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan oleh single parent:
 

#1 Tidak Mempersiapkan Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan bekal utama yang
dapat Anda berikan untuk anak Anda. Sibuknya Anda bekerja untuk
kebutuhan sehari-hari harus disertai dengan kesadaran akan pentingnya
pendidikan untuk anak Anda.

Dalam mengelola keuangan,
dibutuhkan prioritas keuangan untuk menentukan langkah finansial yang
sebaiknya diambil. Ingatlah untuk tidak mengorbankan hak anak untuk
bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang sesuai.

[Baca Juga: 6 Kesalahan saat Merencanakan Dana Pendidikan Anak]
 

#2 Tidak Memiliki Asuransi Jiwa

Menjadi single parent,
berarti anak Anda akan bergantung hanya pada diri Anda sendiri. Dapatkah
Anda membayangkan nasib mereka apabila tiba-tiba Anda meninggal atau
tidak mampu bekerja untuk menghidupi keluarga?

Untuk itu, asuransi jiwa perlu dimiliki oleh single parent,
paling tidak hingga anak telah mencapai usia mandiri, di mana dengan
pendidikan yang didapatnya, ia akan mampu bekerja dan menghidupi diri
sendiri.

 

#3 Tidak Memiliki Proteksi Lebih

Single parent memiliki risiko
kesehatan yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena gaya hidup dengan
beban dan tanggung jawab yang lebih besar.

Tidak sedikit single parent yang bekerja ekstra untuk dapat menghidupi keluarganya. Hal ini akan meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Oleh karena itu, single parent
wajib memiliki proteksi kesehatan yang lebih besar dibandingkan pada
saat berpasangan. Perlindungan wajib dimiliki minimal agar keuangan keluarga tidak terbebani.

[Baca Juga: Membeli Asuransi adalah Membeli Proteksi dan Keamanan]
 

#4 Membayar Premi Yang Terlalu Mahal

Memiliki perlindungan adalah hal yang tepat dan sebaiknya Anda lakukan sebagai single parent. Tentu, setiap asuransi memiliki beban premi yang harus Anda bayar.

Premi ini dapat menjadi boomerang apabila Anda tidak memilih asuransi dengan tepat.
Pilihlah asuransi yang sesuai dengan
kemampuan dan kebutuhan. Jangan pilih asuransi karena ketakutan Anda
atau “ikut-ikutan”.

Ketahui kebutuhan dan apa yang menjadi prioritas
Anda. Kemudian, lindungilah prioritas tersebut.
Asuransi bertindak sebagai
perlindungan dari risiko kerugian keuangan dan beban finansial. Jangan
sampai karena asuransi, Anda terkena beban finansial lebih awal.

 

#5 Tidak Memiliki Dana Darurat

Kebanyakan single parent hanya bergantung pada penghasilan bulanan untuk bertahan hidup dan ketika terjadi sesuatu yang membutuhkan dana besar, single parent kewalahan dan meminjam sana sini.

Hidup dari utang
adalah langkah awal menuju keterpurukan keuangan. Kebiasaan berutang
dapat membuat Anda terlilit utang dan kehilangan segalanya. Untuk itu
perencanaan keuangan yang baik adalah kuncinya.

[Baca Juga: Dana Darurat, Berapa yang Saya Butuhkan? Apakah Boleh Dicicil?]
 

Kebiasaan ini sebaiknya dihindari
dengan memiliki dana darurat. Dana ini tidak harus besar, namun harus
disisihkan secara rutin, berapa pun jumlahnya.
Mulailah dengan angka kecil dan biasakan diri Anda untuk menyisihkan dana darurat.

Memiliki kebiasaan menyediakan dana darurat
juga dapat dianggap sebagai salah satu cara menabung. Jika memang dana
tersebut tidak dipakai, maka dana tersebut dapat dialokasikan untuk
kebutuhan lainnya.

 

#6 Tidak Mempersiapkan Surat Warisan

Jangan menganggap surat warisan
sebagai sesuatu yang tabu. Surat warisan penting ditulis untuk mengatur
kehidupan anak Anda kelak.

Siapa yang nanti bertanggung jawab
untuk mengurusnya. Bagaimana peninggalan Anda diserahkan kepada anak
Anda dan lain sebagainya.
Surat warisan akan sangat berguna
untuk membantu anak Anda mendapatkan hak yang semestinya milik mereka.

Surat warisan juga akan menghindari anak Anda dari proses hukum yang
hanya menguntungkan pihak tertentu.

 

#7 Lupa Mengatur Dana Pensiun

Mudah sekali untuk seorang single parent
menjadi terlalu fokus dengan anak mereka dan lupa terhadap diri
sendiri. Setiap orang tua pasti ingin yang paling baik untuk anaknya.

Dengan memikirkan pensiun diri
sendiri, Anda juga sebenarnya memikirkan masa depan anak sekaligus diri
Anda. Anda tidak perlu harus bergantung pada anak Anda yang nantinya
akan memiliki kehidupan keluarganya sendiri.

[Baca Juga: Nunggu Terlambat? Yuk Mulai Menyiapkan Dana Pensiun dengan Investasi]
 

#8 Berinvestasi Tanpa Pengetahuan

Kini, telah terdapat banyak peluang investasi mulai dari emas, saham, mutual fund hingga properti. Untuk berinvestasi pun caranya sangat mudah dan praktis.

Namun, investasi yang tujuannya untuk menambah uang, dapat menjadi ‘senjata makan tuan’ jika dilakukan tanpa pengetahuan.
Contohnya pada saham di mana pengetahuan akan kondisi pasar dan pengolahan informasi adalah keahlian yang krusial.

Jika Anda ingin berinvestasi, carilah
instrumen investasi di mana Anda tidak membutuhkan pengetahuan teknis
atau yang terlalu rumit.

Jika memang Anda lebih tertarik dengan
investasi yang membutuhkan pengetahuan, maka Anda dapat mengambil kelas
pelatihan sebelumnya.

 

#9 Boros

Single parent memiliki beban
yang lebih besar dibandingkan orang tua yang berpasangan. Masalah
tersebut dapat menimbulkan stres yang mungkin menjadikan belanja sebagai
pelarian.

[Baca Juga: Perhatikan 9 Kebiasaan Boros yang Tidak Anda Sadari Ini!]
 

Padahal hal ini adalah cara
penyelesaian masalah yang salah. Belanja dengan uang kecil dan tidak
penting jika dikumpulkan, jumlahnya sebenarnya akan menjadi signifikan.

Mungkin Anda tidak merasakan akibatnya
sekarang, tetapi ketika Anda membutuhkan uang, Anda akan menyesali uang
yang telah Anda habiskan.
Untuk itu, pertahankan gaya hidup sederhana demi tercapainya tujuan keuangan. Berhematlah ketika Anda bisa.

 

#10 Tidak Memiliki Anggaran

Walaupun ini menjadi daftar paling
terakhir, tapi dapat dibilang bahwa kesalahan ini adalah yang paling
sering dilakukan dan yang dapat berakibat sangat fatal. Banyak orang
yang hidup tanpa memiliki anggaran keuangan yang benar.

Sebenarnya anggaran adalah urutan
pertama dalam perencanaan keuangan. Dengan menyusun anggaran, Anda akan
tahu apa yang Anda miliki atau tidak miliki.
Selain itu, anggaran dapat menahan
gaya hidup boros atau sifat belanja impulsif.

Oleh karena itu, demi
keuangan yang sehat, mulailah menyusun anggaran keuangan Anda dari
sekarang.
 

Jadilah Smart Single Parent

Proses menjadi single parent
yang cukup berat ini sebaiknya dihadapi dengan positif dan semangat.
Dengan mengelola keuangan secara tepat, Anda pasti dapat menuju
kebebasan keuangan walaupun dengan beban ekstra.

Anda bisa membaca ebook dari Finansialku ini untuk mulai merencanakan keuangan Anda ke depannya dengan lebih baik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *