Twitter Jadi Medium Bagi Ilmuwan untuk Temukan Asal COVID-19

Foto: Firstpost

Teknologi.id – Sampai saat ini, pandemi COVID-19 masih menghantui semua orang di seluruh dunia. Walaupun sudah mewabah setahun lamanya, sampai saat ini belum diketahui pasti darimana virus corona pertama kali berasal.

Saat pertama kali mewabah, banyak orang yang percaya bahwa virus tersebut pertama kali berasal dari pasar hewan di Wuhan, China. Hal ini disebabkan karena pasien corona pertama di China yang meninggal berasal dari Wuhan. 

Namun, seiring berjalannya waktu, muncul beberapa spekulasi dan teori bahwa virus corona telah menyebar jauh sebelum pertama kali terkonfirmasi. Bahkan, muncul juga beberapa teori yang menyatakan kemungkinan bahwa virus tersebut berasal dari luar China.

Mengetahui asal-usul virus Corona dari Twitter

Sudah banyak penyelidikan dan penelitian dilakukan untuk mengetahui darimana virus corona pertama kali berasal. Namun, tampaknya baru-baru ini beberapa ilmuwan percaya bahwa mereka mungkin dapat mengetahui asal-usul virus corona dengan menggunakan platform media sosial Twitter.

Dilansir dari Ubergizmo, pada hari Kamis (28/1), dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature, para peneliti di IMT School for Advanced Studies Lucca menyarankan bahwa mungkin dengan menyisir postingan di Twitter, mereka dapat menemukan asal-usul virus corona.

Cara para ilmuwan untuk mengetahui asal-usul virus tersebut adalah dengan mencari kata kunci berdasarkan gejala yang dialami pasien saat mereka tertular virus. Idenya adalah dengan mengidentifikasi lonjakan dalam laporan gejala-gejala ini, berpotensi dapat digunakan sebagai indikator kapan virus mungkin datang, dan berapa lama virus itu tiba sebelum didiagnosis secara resmi.

Baca juga: Metode Swab Test Baru di China: Usap Anal

Walaupun hal ini tidak dapat dijadikan bukti yang meyakinkan, namun disebut dapat membantu peneliti menentukan kapan tepatnya virus pertama kali muncul di berbagai lokasi. Diingatkan pula bahwa penelitian yang dilakukan di Eropa, Amerika Serikat serta negara lain dapat mengungkapkan timeline yang berbeda. Jadi, pembaca disarankan untuk tidak mengambil kesimpulan terlebih dahulu.

Meskipun begitu, keputusan para ilmuwan menjadikan Twitter sebagai medium untuk melacak asal-usul virus corona merupakan suatu hal yang menarik. Jika penelitian ini berhasil, tentu dapat menjadi terobosan baru dalam menyelidiki asal-usul sesuatu.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *