3 Orang Kaya Ini Habiskan Miliaran untuk ke Luar Angkasa

 Axiom Space, perusahaan pariwisata luar angkasa yang berbasis di Texas, Houston, telah mengumumkan daftar anggota kru astronot swasta pertama yang akan terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Penerbangan ini direncanakan akan dilaksanakan pada Januari 2022.

Dilansir dari The Verge, pada hari Kamis (28/1), kru astronot swasta tersebut terdiri dari seorang investor real estat Amerika Larry Connor, investor Kanada Mark Pathy, dan mantan pilot Angkatan Udara Israel Eytan Stibbe. Larry Connor diketahui menjadi orang tertua kedua yang terbang ke luar angkasa setelah John Glenn, yang menerbangkan pesawat ulang-alik AS Discovery pada usia 77 tahun.

Foto: Twitter

Masing-masing dari mereka harus membayar 55 juta dolar AS untuk dapat bisa melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ketiganya akan menumpang kapsul SpaceX’s Crew Dragon, dengan astronot veteran NASA Michael López-Alegría sebagai komandan misi.

Michael López-Alegría, yang telah terbang empat kali ke luar angkasa sebagai astronot NASA, mengatakan bahwa dia sudah pernah beberapa kali bertemu dengan Connor, Pathy, dan Stibbe di markas SpaceX California dan di Florida selama misi SpaceX’s Crew. Michael diketahui akan bertanggung jawab untuk melatih mereka secara langsung mulai beberapa bulan sebelum penerbangan.

“Mereka sangat individual tetapi mereka semua memiliki benang merah. Mereka benar-benar ingin ini menjadi misi yang sukses yang membuka jalan bagi misi astronot pribadi di masa depan,” kata Michael López-Alegría.

Perjalanan pribadi tersebut diberi nama Misi Ax-1. Misi Ax-1 disebut sebagai momen penting bagi industri luar angkasa ketika perusahaan berlomba untuk membuat perjalanan luar angkasa yang lebih mudah diakses oleh pelanggan pribadi daripada pemerintah. Di masa lalu, telah ada warga sipil yang berhasil melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa.

Baca juga: Vtube, Aplikasi Bisnis Penipuan Berkedok Periklanan

Namun, Misi Ax-1 membawa sesuatu yang berbeda karena menjadi misi pribadi pertama yang menggunakan SpaceX’s Crew Dragon. Diketahui, SpaceX’s Crew Dragon merupakan kapsul astronot yang dibuat secara komersial dan telah menerbangkan dua awak pertamanya ke ISS tahun lalu.

“Sebagai misi pribadi pertama yang sepenuhnya pergi ke ISS, kami merasakan tanggung jawab yang sangat besar untuk melakukannya dengan baik,” kata astronot veteran dan komandan misi Michael López-Alegría.

“Kami menyadari bahwa ini adalah penentu tren, penentu standar untuk masa depan, jadi tujuan kami adalah untuk benar-benar melampaui semua harapan,” tambahnya.

Penerbangan kru ke stasiun luar angkasa dengan orbital sekitar 250 mil di atas Bumi ini akan memakan waktu dua hari. Mereka kemudian akan menghabiskan sekitar delapan hari di atas stasiun segmen AS, di mana mereka akan mengambil bagian “dalam proyek penelitian dan filantropi”.

Diketahui bahwa biaya tiket penerbangan ke ISS seharga 55 juta dolar AS tersebut sudah termasuk dengan biaya hidup mereka disana yang tergolong mahal. Menurut pengumuman NASA pada 2019, biaya hidup di ISS berkisar 35.000 dolar AS per orang. Biaya tersebut sudah termasuk sistem pendukung kehidupan dan toilet, makanan, udara, persediaan medis, listrik, dan lain-lain.

Baca juga: 7 Milenial yang Akan Dongkrak Dunia Digital di Indonesia

Pariwisata luar angkasa dalam beberapa tahun terakhir diketahui telah memicu gelombang minat dari orang-orang yang sangat kaya dan investor. Hal ini disebabkan karena perusahaan luar angkasa yang berkembang dapat membuktikan meningkatkan penerbangan uji coba tanpa awak di dalam dan sekitar ruang angkasa.

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *