4 Saran Bill Gates untuk Wujudkan Nol Emisi di Tahun 2050

Foto: CNBC Indonesia

Teknologi.id – Bila mendengar nama Bill Gates, apa yang kamu pikirkan? Pendiri Microsoft? Salah satu orang terkaya di dunia? Ya, semua itu benar. Namun, ada satu hal lagi yang harus ditambahkan, seorang “filantropis”. Filantropis adalah rasa kecintaan dan kepedulian yang dimiliki seseorang untuk sesama.

Dengan kata lain, Bill Gates merupakan seseorang yang dermawan. Ia tidak melulu memikirkan bisnis dan cuan yang bisa didapatkannya. Hal ini terbukti dengan keputusan Bill Gates pada 2020 lalu yang menyatakan mengundurkan diri dari dewan di Microsoft dan berfokus menjadi filantropi di berbagai bidang seperti kesehatan, pembangunan global, pendidikan, dan mengatasi perubahan iklim. 

Mengatasi perubahan iklim

Berbicara tentang kegiatan filantropi Bill Gates di bidang mengatasi perubahan iklim, baru-baru ini Bill Gates mengunggah tulisan terkait perubahan iklim di blognya. Dilansir dari GatesNotes, pada hari Selasa (26/1), unggahan tersebut berjudul ‘4 ways the U.S. can reassert leadership on climate change’.

Dalam unggahannya, Gates mengatakan bahwa ia telah belajar dari pekerjaannya di Microsoft dan di bidang filantropi bahwa cara terbaik untuk mendorong orang lain untuk mengambil tindakan adalah dengan memulai dari diri sendiri. Gates juga membahas bahwa pemerintahan baru Presiden Joe Biden memiliki kesempatan untuk memimpin dunia dalam menghindari bencana iklim. Hal yang sama juga sempat dikatakan oleh Joe Biden dalam kampanye pemilihan presiden tahun lalu. 

Gates mengatakan bahwa salah satu langkah pertama pemerintahan baru Presiden Joe Biden untuk mengatasi perubahan iklim adalah dengan bergabung kembali dengan Paris climate accord. 

Baca juga: BPJT dan UGM Pakai AI untuk Pantau Kerusakan Jalan Tol

“Presiden Biden telah mengambil langkah pertama yang penting dengan bergabung kembali dengan Paris climate accord. Sekarang, Amerika Serikat dapat melanjutkan langkah tersebut dengan mengadopsi rencana konkret yang memeriksa beberapa kotak sekaligus seperti menghilangkan emisi sambil beradaptasi dengan pemanasan yang sudah terjadi, memacu industri inovatif, menciptakan lapangan kerja untuk pemulihan pasca pandemi, dan memastikan bahwa semua orang mendapatkan manfaat dari transisi ke ekonomi hijau,” ujar Bill Gates. 

Selama 15 tahun Bill Gates telah mempelajari dan berinvestasi dalam energi bersih. Selama itu pula, Gates telah banyak berdiskusi dengan para ilmuwan, pakar kebijakan dan pemimpin terpilih bukan hanya di Amerika Serikat, namun di seluruh dunia. 

Berdasarkan dari diskusi tersebut, Gates mendapatkan banyak manfaat dan pemikiran baru sehingga Gates dapat memberikan saran yang dapat dilakukan pemimpin Amerika dan negara lain dalam usaha mengatasi perubahan iklim tahun dan menempatkan dunia pada jalur menuju nol emisi pada tahun 2050. Berikut 4 saran dari Bill Gates. 

1. Meningkatkan Dana dan Sumber Daya untuk Inovasi

Inovasi sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim dan mewujudkan nol emisi dunia pada tahun 2050. Inovasi tersebut meliputi cara kita menghasilkan dan menyimpan listrik bersih, menanam makanan, membuat barang, bergerak, serta memanaskan dan mendinginkan bangunan kita. Inovasi ini diperlukan agar kita dapat melakukan semua ini tanpa menambahkan lebih banyak gas rumah kaca ke atmosfer.

Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan dana yang diperlukan untuk penelitian dan pengembangan energi bersih dapat naik lima kali lipat. Selain itu, pengembangan inovasi ini juga dapat  menciptakan lebih dari 370.000 pekerjaan. Selain masalah dana, pemerintah juga harus siap untuk menghindari duplikasi dan memanfaatkan sumber daya ini sebaik-baiknya. Gates mengatakan bahwa jika ia harus memilih satu hal yang dapat dilakukan AS untuk memimpin dunia dalam inovasi teknologi untuk energi bersih, ini pilihan Gates.

2. Meningkatkan Permintaan akan Inovasi

Gates mengatakan ia telah mendapat pembelajaran dari Microsoft bahwa dengan hanya membuat produk hebat, tidak menjamin akan memenangkan persaingan. Hal tersebut sama dengan perubahan iklim. Kita tidak dapat menghindari bencana iklim hanya melalui inovasi teknologi, namun inovasi teknologi tersebut juga memerlukan kebijakkan agar dapat digunakan masyarakat dan dapat menjangkau negara kaya dan negara berkembang.

Contohnya seperti yang telah dilakukan kota Shenzhen, China yang hanya membeli bus listrik. Mereka dapat membangun infrastruktur yang memungkinkan adanya opsi ramah lingkungan seperti stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik, atau jalur transmisi baru untuk menyalurkan energi bersih dari tempat dihasilkannya ke tempat-tempat di mana ia dikonsumsi.

3. Bekerja Secara Global

Perubahan iklim merupakan permasalahan secara global. Suhu tidak akan berhenti naik di Texas jika emisi tidak berhenti naik di India, begitupun sebaliknya. Dapat dikatakan, bahwa perubahan iklim dan emisi saling berkaitan satu sama lain. Maka dari itu, perlu diadakan kerja sama secara global dari seluruh pemerintahan agar dapat bersama mengatasi perubahan iklim tersebut. 

4. Bersiap untuk Dunia yang Semakin Panas

Gates mengatakan bahwa kita semua sudah melihat dampak perubahan iklim. Jadi, meskipun kita sedang berusaha untuk mencegah pemanasan di masa depan, kita tetap harus bersiap untuk menghadapinya. Negara-negara perlu berinvestasi dalam infrastruktur tahan iklim untuk mengatasi cuaca yang lebih buruk dan kenaikan permukaan laut. Hal ini termasuk meningkatkan jaringan listrik, memperluas sistem drainase air hujan, dan membangun atau memperluas tembok laut.

Baca juga: Berapa Besar Kapasitas RAM yang Dibutuhkan Smartphonemu?

(st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *