Cara Jadi YouTuber Pemula, dari Nol hingga Cuan!

Akhir-akhir ini, YouTuber semakin menjamur. YouTuber itu sendiri merupakan sebutan untuk orang-orang yang membuat konten di YouTube.

Tak sedikit YouTuber terkenal yang memulai karirnya dari iseng-iseng mengunggah konten video buatannya, tentu diawali dengan jumlah penonton yang belum banyak. Lama-lama, penonton dan subscriber kontennya semakin banyak dan mampu meraup jutaan rupiah per bulannya, membuat YouTuber tampaknya bisa menjadi profesi yang cukup menjanjikan.

Baca Juga: CD Projekt Digugat oleh Investor-Investor Cyberpunk 2077

Akhirnya, banyak orang yang awalnya iseng-iseng saja berkecimpung di YouTube ini secara part-time menjadi terjun sepenuhnya ke dunia YouTube ini, alias menekuninya secara full-time.

Sebenarnya, untuk memulai menjadi YouTuber tidak perlu mengeluarkan modal yang terlalu besar, kok. Cukup bermodalkan HP, kamu sudah bisa menjadi YouTuber sukses.

Apa saja sih yang harus dipersiapkan untuk menjadi YouTuber pemula?

1. Bekali Diri dengan Smartphone yang Mumpuni

Foto: CNET

Smartphone merupakan modal utama dari YouTuber, jika belum memiliki kamera terpisah. Smartphone yang baik untuk berkonten ria sebaiknya yang memiliki kamera dengan kualitas yang bagus serta bisa mereka suara dengan jernih.

Selain itu, kapasitas RAM dan memori penyimpanan yang besar juga menjadi kunci agar performa smartphone tetap stabil. Pastikan juga media penyimpanan bisa menampung berbagai macam video  dengan beragam kapasitas. Yang tidak kalah penting, pilih smartphone dengan kapasitas baterai yang mampu bertahan hingga beberapa jam lamanya saat merekam sebuah video.

Sekarang, sudah banyak smartphone berspesifikasi tinggi yang harganya tidak membuat kantong bolong.

2. Membuat Channel Youtube

Foto: Indian Express

Jika smartphone/kamera sudah siap, selanjutnya adalah channel YouTube. Membuat channel YouTube tidak sulit, kok.

Sebenarnya, hanya dengan satu akun Google, kamu sudah bisa memiliki akun YouTube. Tetapi, untuk dapat mengunggah konten, channel YouTube tentu harus dibuat terlebih dahulu.

Selain itu, agar penonton tertarik untuk menjadi subscriber, kamu harus menguasai semua fitur yang ada di channel YouTube milikmu. Seperti fitur header, foto profil, dan lain-lain yang bisa membuat channel-mu tampak profesional. 

3. Bisa Edit Video

Foto: Shopify

Dalam membuat konten video, kemampuan editing dasar sangat diperlukan. Kemampuan tersebut meliputi memotong video, menambahkan lagu, memberikan efek, transisi, dan lain-lain.

Proses editing pada video bisa membuat video yang awalnya plain menjadi menarik karena adanya tambahan efek serta transisi. Bagian-bagian video yang dirasa tidak penting atau tidak layak ditonton juga dihilangkan saat editing, sehingga durasinya bisa ditentukan. Background music juga bisa ditambahkan saat editing

Bagian editing ini penting karena cukup menentukan engagement channel-mu. Semakin berkualitas konten dan editing videonya, semakin banyak orang yang tertarik untuk menonton dan men-subscribe channel-mu.

Untuk tingkat pemula, tidak harus menggunakan software profesional seperti Adobe Premier, Sony Vegas, Final Cut Pro, Filmora, dan lain-lain. Banyak aplikasi video editing di toko aplikasi iPhone maupun Android, dari yang gratis hingga berbayar. 

4. Pencahayaan dan Peralatan yang Mendukung

Foto: Vidyard

Untuk YouTuber pemula, smartphone bisa diberdayakan untuk merekam video. Agar video terlihat berkualitas baik, usahakan untuk mendapatkan pencahayaan yang bagus walau hanya dengan sinar matahari. Nantinya, kamu bisa meng-upgrade pencahayaan dengan berbagai peralatan yang lebih profesional jika channel sudah berkembang, seperti ring light dan sebagainya.

5. Buat Konten yang Segar dan Berkualitas

Foto: The Verge

Pada tahap ini, secara tidak langsung selain menentukan konten, kamu juga diharuskan untuk menentukan audience YouTube kamu. Misalnya, apakah kamu ingin penonton video Youtube kamu adalah orang yang senang dengan dunia entertainment (hiburan, inspirasi, games) atau edukasi (pelajaran, fakta, berita, dan lain-lain). Dengan begitu, channel kamu akan memiliki ‘identitas’-nya sendiri.

Hindari membuat konten yang sama persis dengan konten karya YouTuber lain. Untuk mencari ide, kamu bisa memperhatikan fenomena atau tren yang sedang diminati masyarakat saat ini.

Google Trends juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui hal-hal yang sedang trending. Melihat konten YouTuber lain untuk mencari ide juga tidak mengapa, asalkan konten yang kamu hasilkan nantinya tidak sama persis.

Konten berupa vlog juga bisa menarik orang-orang untuk menonton konten YouTube kamu, lho. Vlog akan memberikan kesan lebih personal, tentu juga menghibur dan mengedukasi penonton di saat yang bersamaan. Contoh konten vlog adalah vlog wisata, vlog saat melakukan hobi, vlog memasak, dan lain-lain. 

6. Buat Judul yang Menarik, tapi Tidak Clickbait

Foto: OneTwoStream

Judul memainkan peranan penting dalam konten karena menggambarkan keseluruhan isi konten. Biasanya, banyak yang membuat judul video bernada clickbait untuk memancing penonton. 

Sayangnya, banyak video yang berjudul clickbait memiliki isi yang tidak relevan dengan judulnya. Hal ini tentu membuat penonton malas membuka konten videomu lagi. Jadi, penting untuk membuat judul yang menarik dan sesuai dengan isi konten.

7. Buat Thumbnail yang Memikat

Foto: Digital Trends

Seperti halnya judul, thumbnail merupakan bagian yang pertama kali dilihat penonton. Bersama judul, thumbnail yang merupakan cover kecil ini turut menggambarkan keseluruhan isi konten. Thumbnail memang harus dibuat menarik, tapi jangan sampai clickbait.

Thumbnail juga harus dibuat relevan dengan isi video. Jika tidak, penonton akan malas melihat video sampai habis. 

8. Raup Penghasilan dengan Google AdSense

Foto: Oketekno

Bukan tidak mungkin jika channel YouTube yang kamu buat bisa dimonetisasi (monetize) sehingga bisa menghasilkan uang. Salah satu caranya adalah dengan mendaftarkan channel ke Google AdSense. Google AdSense ini bekerja sama dengan media maupun perusahaan yang ingin memasang iklan di internet, termasuk dengan YouTube.

Jika channel sudah terdaftar di Google AdSense, nantinya pada tiap video yang diunggah akan muncul iklan. Iklan itulah yang nantinya memberikan kamu penghasilan dari YouTube.

Nah, tetapi ada syaratnya agar channel YouTube bisa dimonetisasi melalui iklan. Salah satunya ialah total viewers video YouTube sudah mencapai 4.000 viewers dalam 12 bulan dan subscriber-nya sudah mencapai 1.000.

Tapi, YouTuber pemula tidak perlu khawatir. Kamu bisa mendaftar terlebih dahulu dan terus giat memenuhi persyaratannya.

9. Pelajari dan Pahami Algoritma YouTube

Foto: Socinator

Algoritma YouTube merupakan sistem komputer yang akan menentukan video mana yang nantinya akan dilihat oleh penontonnya. Artinya, YouTube yang akan menentukan apakah video YouTube kamu layak untuk ditemukan di pencarian dengan mudah atau tidak.

Komponen algoritma YouTube yang paling berpengaruh ialah interaksi dengan audiensnya. Misalnya, video seperti apa yang ditonton audiens, berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton video di YouTube, interaksi pada video seperti komentar, like, dislike, bahkan ‘not interested’ atau video yang audiens tidak tertarik untuk mengklik.

Tiap tahunnya, algoritma ini selalu berganti. Oleh karenanya, penting untuk selalu update pengetahuan tentang algoritma YouTube ini. 

10. Jalin Koneksi dengan Content Creator Lainnya

Foto: The Korea Times

Sebagai pendatang baru di dunia YouTube, menjalin koneksi dengan content creator lainnya akan berdampak luas secara positif pada channel-mu. Cara ini bisa memperkuat audiens atau subscriber-mu.

Salah satu keuntungannya, bisa jadi subscriber atau audiens dari content creator yang kamu ajak kerja sama/kolaborasi bisa jadi viewers atau subscriber channel-mu.

Untuk YouTuber pemula, tipsnya adalah ajak content creator yang jumlah subscriber-nya tidak jauh dari jumlah subscriber-mu. Atau, ajak saudara atau teman untuk membuat konten bersamamu.

Baca Juga: Tesla Sertakan Fitur ‘Boombox’ di Pembaruan Terbarunya

11. Perluas Jangkauan Video dengan Share ke Medsos

Foto: Magisto

Agar konten karyamu tersebar luas dan semakin banyak yang mengetahui konten yang kamu buat, kamu bisa coba membagikannya ke media sosial yang kamu punya. 

Kamu bisa memanfaatkan Instagram, Facebook, atau Twitter. Jika kamu konsisten membuat konten dan rajin membagikannya, followers-mu bisa jadi akan penasaran dengan kontenmu.

Selain itu, jangan lupa juga untuk meminta bantuan teman-teman kamu untuk membagikan video YouTube milikmu di media sosial yang mereka punya.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *