Ahok: Ide Bikin Aplikasi 'Jangkau' Hadir Saat di Mako Brimob

 Blibli resmi menjalin kerja sama dengan aplikasi Jangkau. Aplikasi yang didirikan oleh eks Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu memberikan layanan bantuan sosial yang mudah, tepat sasaran, dan transparan.

Jangkau merupakan platform non-profit yang dibentuk dengan tujuan mempertemukan donatur yang ingin berdonasi dengan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Sebelum menjabarkan lebih jauh soal Jangkau, Komisaris Utama Pertamina itu menceritakan sedikit soal latar belakang dia mendirikan aplikasi tersebut dalam peluncuran kolaborasi Blibli dengan Jangkau yang digelar secara virtual, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Cara Memunculkan Tombol Chat WhatsApp di Profil Instagram

Ahok mengungkapan dirinya mendapatkan ide membuat sebuah platform yang menjembatani penerima dan pemberi donasi ketika “sekolah” di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

“Kebetulan di Mako Brimob, bukan menjadi polisi, tetapi ‘sekolah’ itu. Jangan salah paham, supaya belajar mendengar,” tutur Basuki Tjahaja Purnama.

“Jangkau dibuat dari realita ada banyak sekali orang miskin yang membutuhkan bantuan. Sementara, banyak orang yang ingin membantu namun dengan keuangan terbatas. Kalau sendiri, merasa tidak bisa memberikan pengaruh yang besar dan tidak mampu,” kata Ahok.

Ide untuk Platform Donasi Jangkau

Ketika ia mendapatkan surat dari anak muda—yang adalah dari pihak Jangkau yaitu salah satunya Co-founder Jangkau, Demos Oktavianus—saat masih berada di Asrama Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok, ia langsung meminta stafnya untuk mengundang anak muda tersebut dan berdiskusi.

Ahok bercerita, saat itu dia tidak memahami tentang teknologi yang bakal digunakan, tetapi dia punya keinginan, akan adanya sebuah platform yang mempertemukan antara orang yang butuh bantuan dengan orang yang memberi bantuan.

Kini, aplikasi Jangkau sudah bisa diunduh di Google Play Store telah diunduh oleh lebih dari 10.000 kali dengan rating 4.6 di toko aplikasi Google itu.

Aplikasi Jangkau juga baru saja mengumumkan kolaborasinya dengan e-commerce Blibli yang menjadi mitra dalam distribusi donasi kepada penerima.

Jenis Donasi di Aplikasi Jangkau

Aplikasi Jangkau sendiri membuka donasi untuk barang-barang berupa perangkat pendukung pembelajaran jarak jauh seperti smartphone dan laptop serta kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, sarden, popok dewasa, hingga uang tunai.

Bantuan juga bisa disalurkan dalam bentuk alat-alat kesehatan seperti APD, masker, sarung tangan, kursi roda, tongkat, kacamata baca, hingga kacamata google untuk melengkapi APD.

Donatur bisa mengeklik jenis donasi apa yang ingin diberikan, kemudian akan muncul sejumlah calon penerima bantuan yang bisa dipilih sesuai lokasinya.

Baca juga: Mulai 2021, Ponsel-ponsel Ini Tak Lagi Bisa Pakai WhatsApp

Lalu, setelah memilih penerima bantuan, donatur diarahkan ke pembelian barang bantuan yang dibutuhkan penerima. Donatur hanya perlu membeli dan mengirimkan barang bantuan ke pemohon. Semuanya dilakukan hanya beberapa kali klik, selanjutnya proses pembelian bantuan dan pengiriman akan dilakukan oleh mitra Jangkau, yakni Blibli.

Aplikasi Jangkau diharapkan bisa membantu pemerintah daerah dan kementerian juga terkait dashboard data. Sehingga kasus Menteri yang tertangkap karena penyaluran bansos atau sembako tidak terulang lagi.

“Jadi saya harap tidak terjadi tuh, gara-gara sembako menteri ketangkap gitu loh. inikan kasihan banget gitu. Dengan data dan uang yang ada ini akan semua bisa transparan, kalau semua pake teknologi,” sindir Ahok.

Ahok berharap, kehadiran platform Jangkau dan kolaborasi dengan Blibli akan memudahkan orang-orang yang ingin memberikan bantuan kepada para penerima dengan cara yang lebih transparan dan tepat sasaran.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *