Pemerintah Kota Pasuruan Siapkan Regulasi RT-PCR Untuk Penanggulangan Covid-19

Inspiring City Pasuruan,
Senin 14 Desember 2020, Pemerintah
Kota Pasuruan sedang menyiapkan regulasi pemeriksaan RT-PCR atas permintaan
sendiri (mandiri). Hal ini disampaikan Wali Kota Pasuruan Bapak Raharto
Teno Prasetyo, ST pada saat rapat paripurna DPRD. Rapat paripurna III yang
bertempat di Gedung DPRD Kota Pasuruan dilaksanakandengan agenda Penyampaian
Jawaban Eksekutif Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Raperda APBD
Tahun 2021.Rapat Paripurna diselenggarakan
dengan memerhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Rapat
paripurna dipimpinlangsung
olehKetua DPRD Kota Pasuruan
dandihadiri
oleh berbagai unsur pemangku kepentingan. Tampak menghadiri rapatyakni Wali Kota Pasuruan,KetuadanAnggota DPRD Kota Pasuruan,
Kapolres Pasuruan Kota, Dandim 0819 Pasuruan, Kepala Pengadilan Negeri
Pasuruan, Kajari Kota Pasuruan, Komandan Yon Zipur 10 Kostrad, Pj. Sekda Kota
Pasuruan, dan Perangkat Daerah Kota Pasuruan.

Dalampaparannya
Wali Kota Pasuruan Bapak Raharto Teno Prasetyo, ST
menyampaikan bahwa regulasi pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri
(mandiri) sedang dalam proses penyusunan dan disesuaikan dengan mengacu pada
surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.02/3713/2020 tentang batasan tarif
tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Ketentuan
yang diatur diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Batasan
    tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab adalah Rp.
    900.000 (sembilan ratus ribu rupiah);
  2. Batasan
    tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang
    melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan mandiri/ sendiri ; dan
  3. Batasan
    tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 tidak berlaku untuk kegiatan
    penelusuran kontak (contact tracing)
    atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatlkan
    bantuan RT-PCR dari pemerintah atau merupakan bagian dari penjaminan pembiayaan
    pasien Covid-19.

Pelayanan
penggunaan alat PCR secara mandiri bisa dimanfaatkan masyarakat setelah
dilaksanakan visitasi. Pemerintah Kota Pasuruan menargetkan tenggat waktu pada
tanggal 22 Desember 2020. Diharapkan dengan ketentuan ini, upaya pencegahan
penyebaran Covid-19 dapat ditanggulangi dengan cepat. Masyarakat dapat berperan
aktif untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara pemeriksaan
RT-PCR atas permintaan sendiri. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *