Benarkah Ada Efek Yusuf Mansur dalam Lonjakan Saham Garuda?

PESAWAT GARUDA BERGAMBAR MASKER

Saham maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melambung tinggi sepanjang bulan ini. Pada perdagangan Jumat (20/11), saham berkode emiten GIAA ini di tutup di harga Rp 394 per saham, artinya harga sahamnya sudah naik hingga 64, 17% sepanjang November berjalan.

Tentu kenaikan ini disambut dengan senang hati oleh manajemen Garuda. “Kami melihat ini sebuah bentuk apresiasi atas apa yang kami lakukan hari ini, ” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (20/11).

Penguatan harga saham Garuda ini merupakan anomali dari kinerja keuangan perusahaan. Sebab, kerugian Garuda makin membesar dihajar pandemi Covid-19. Garuda tercatat menanggung kerugian senilai US$ 1, 07 miliar atau setara Rp 15, 34 triliun hingga triwulan ketiga 2020 (asumsi kurs: Rp 14.280 per dolar).

Berdasarkan laporan keuangan Garuda yang dirilis melalui keterbukaan informasi, Kamis (5/11), kinerja kuartal ketiga 2020 berbanding terbalik dengan raihan profit periode yang sama tahun lalu. Saat itu, Garuda …

Selengkapnya : Benarkah Ada Efek Yusuf Mansur dalam Lonjakan Saham Garuda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *