Defisit Bawang Putih dan Dominasi Impor Hortikultura dari Tiongkok

INFLASI SEPTEMBER 2020

Impor produk hortikultura adalah salah satu masalah mendasar dalam pertanian Indonesia. Sebagian besar impor produk dalam kategori buah dan sayur itu berasal dari Tiongkok. Kebutuhan impor ini tak dapat diakhiri seketika karena ada bahan pangan yang belum dapat diproduksi secara optimal di dalam negeri.

Kementerian Pertanian telah menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) sebanyak  2.707.572 ton sepanjang 2020. Dari jumlah itu, rekomendasi impor untuk produk-produk dari Tiongkok mencapai 1.252.596 ton atau 46, 26% dari keseluruhan impor.

Anggota Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, Johan Rosihan menyatakan, ketergantungan impor dari satu negara ini harus diakhiri. “Masyarakat sebagai konsumen bisa memiliki kecintaan terhadap produk lokal yang diproduksi oleh petani kita, impor kita tidak boleh terus naik dan tidak boleh tergantung dengan negara manapun, ” kata Johan, Selasa (17/11).

Salah satu produk hortikultura yang banyak diimpor dari Tiongkok adalah bawang putih. Seperti diketahui, bawang putih merupakan salah satu bumbu dasar dalam setiap …

Selengkapnya : Defisit Bawang Putih dan Dominasi Impor Hortikultura dari Tiongkok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *