Yahoo Mail Akan Hapus Forward Otomatis bagi Pengguna Gratis

Kabar kurang menyenangkan bagi pengguna Yahoo Mail versi gratis. Verizon, selaku perusahaan pemilik Yahoo Mail, berencana menghilangkan fitur meneruskan e-mail masuk (forward) secara otomatis dari kotak masuk (inbox) di Yahoo Mail ke e-mail lain bagi para pengguna versi gratis.

Baca Juga: Sepakat dengan FTC, Zoom Tingkatkan Keamanan Panggilan Video

Dikutip dari ZDnet, Rabu (11/11), penghilangan fitur forward otomatis ini rencananya akan diberlakukan per 1 Januari 2021. Sebelumnya, Verizon telah mengumumkan rencana pemberlakuan kebijakan tersebut pada awal bulan ini. Kini, para pengguna mendapatkan pemberitahuan tersebut melalui e-mail.

Fitur penerusan pesan secara otomatis bagi para pengguna Yahoo Mail gratis ini dihilangkan oleh Verizon bukannya tanpa sebab. Keamanan menjadi alasan utamanya.

“Kami secara teratur mengevaluasi produk serta layanan sesuai dengan standar keamanan yang saat ini sebelum memutuskan untuk menghilangkan fitur ini. Tujuannya agar para pengguna Yahoo Mail gratisan tetap merasa aman,” demikian dijelaskan Yahoo dalam laman resminya.

Sebenarnya, fitur forward otomatis ini sering digunakan oleh pengguna untuk memusatkan lalu lintas e-mail ke satu akun tunggal saja. Namun, tidak jarang fitur ini disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, terutama oleh peretas (hacker).

Biasanya, peretas yang membobol suatu akun e-mail kerap kali menyusupkan alamat e-mail mereka sendiri pada pengaturan forward e-mail otomatis dari akun tersebut. Tujuannya, agar sang peretas dapat menerima salinan karbon (carbon copy, cc) dari semua pesan yang masuk ke e-mail korban.

Pihak Yahoo menyatakan bahwa semua aturan forward e-mail akan dinonaktifkan begitu tahun baru dimulai. Untuk membaca e-mail Yahoo, pengguna  harus mengunjungi web Yahoo Mail.

Baca Juga: Spotify Bakal Tarik Biaya Langganan Podcast ?

Fitur forward otomatis ini nantinya hanya akan dapat dinikmati oleh apabila pengguna versi gratis beralih ke Yahoo Mail Pro alias menjadi pengguna berbayar. Untuk berlangganan, pengguna harus merogoh kocek sebesar USD 3,49 (sekitar Rp49 ribu) sebulan atau USD 34,99 (sekitar Rp494 ribu) per tahun. 

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *