4 Tempat yang Terkena Nuklir dengan Dampak Terburuk

Kemajuan teknologi, sains, serta obat merupakan dorongan manusia agar bisa menjalani hidup yang lebih baik di masa depan. Dan tentunya sudah banyak dari hal-hal tersebut yang menguntungkan kehidupan kita. Dampaknya bisa kita rasakan setiap harinya, seperti ponsel yang isinya lebih lengkap sehingga memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal. Atau transportasi yang lebih cepat, bahkan sudah ada kendaraan listrik untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Tetapi beberapa hasil buatan manusia dapat membawa malapetaka jika disalahgunakan atau terjadi kekeliruan. Efeknya bukan hanya kepada masyarakat lainnya, lingkungan kita pun terkena dampaknya. Pengaruhnya pun bisa berlangsung sampai bertahun-tahun setelah kejadian tersebut terjadi.

Salah satu kreasi manusia yang bisa menjadi letal adalah nuklir. Nuklir pernah digunakan untuk membom dua tempat saat Perang Dunia II. Akhirnya dibuat perjanjian internasional yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi senjata lainnya, serta mempromosikan kerja sama dalam penggunaan energi nuklir secara damai. Nama perjanjian tersebut adalah “Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons”.

Nah, bicara tentang dampak nuklir itu sendiri, ada beberapa tempat bekas ledakan nuklir yang terkena dampak paling buruk, entah karena ledakan yang disengaja atau pun yang tidak disengaja. Dimana saja kah tempat tersebut?

Baca juga : Google Travel Tambahkan Info Keselamatan Terkait COVID-19

1. Hiroshima

Sumber: The Environmental Center

Nama tempat ini sudah tidak asing lagi ketika kita membaca sejarah Perang Dunia II. Hiroshima adalah kota pertama yang menjadi sasaran senjata nuklir ketika Angkatan Udara Amerika Serikat menjatuhkan bom atom dengan nama sandi “Little Boy”. Kota ini dibom pada pukul 08:15 di tanggal 6 Agustus 1945. Sebagian besar kota hancur, dan pada akhir tahun, sekitar 90.000 sampai 166.000 orang meninggal akibat ledakan serta dampaknya. Monumen Perdamaian Hiroshima (Situs Warisan Dunia UNESCO) berfungsi sebagai peringatan pemboman.

Orang-orang di Hiroshima saat itu memberitahu bahwa ada kilatan cahaya yang cemerlang, diikuti dengan suara dentuman yang keras. Sekitar 70.000 sampai 80.000 orang, sekitar 30 persen dari populasi Hiroshima pada saat itu tewas akibat ledakan dan badai api akibat bom tersebut, lalu 70.000 lainnya luka-luka. Badai api yang terjadi setelah ledakan mengakibatkan orang-orang berjarak 300 kaki menguap seketika. Dan ledakannya sendiri membuat bola mata meleleh, perut meledak, dan menanggalkan kulit tubuh.

Survei AS memperkirakan bahwa 4,7 mil persegi kota hancur. Jepang mengatakan bahwa 69 persen bangunan Hiroshima hancur dan 6 hingga 7 persen lainnya rusak. Walaupun saat ini Hiroshima menurut pakar bom telah aman dari radiasi, namun selama beberapa tahun efek radiasi bom itu dapat memicu kanker.

2. Nagasaki

Sumber: Jagranjosh.com

Target utama bom kedua yang diluncurkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat sebenarnya adalah Kokura. Nagasaki merupakan target kedua jika target utama terlalu berawan untuk dapat dilihat. Saat itu Kokura tertutup oleh awan dan asap, sehingga tidak dapat melakukan serangan bom secara visual, pesawat Amerika menuju ke Nagasaki. Mereka menjatuhkan bom di Lembah Urakami antara Pabrik Baja dan Senjata Mitsubishi di selatan, serta Pabrik Artileri Mitsubishi-Urakami di utara. Pabrik Artileri Mitsubishi-Urakami adalah pabrik yang merakit torpedo tipe 91, yang digunakan untuk menenggelamkan kapal Amerika di Pearl Harbor.

53 detik setelah diluncurkan, bom atom yang disebut “Fat Man” ini meledak pada pukul 11:02 di tanggal 9 Agustus 1945 dengan perkiraan ketinggian 1.800 kaki. Kurang dari sedetik setelah ledakan, bagian utara kota hancur dan 35.000 orang tewas. Kerusakan industri di Nagasaki cukup tinggi, menyebabkan 68 – 80% produksi industri non-dermaga hancur. Pemboman ini menjadikan Nagasaki sebagai kota kedua dan hingga saat ini, kota terakhir di dunia yang mengalami serangan nuklir.

Meskipun bom itu lebih kuat daripada yang digunakan di Hiroshima, efeknya tidak terlalu kuat karena lereng bukit di Lembah Urakami sempit. Perkiraan korban untuk kematian akibat bom langsung sangat bervariasi, mulai dari 22.000 hingga 75.000. Sedikitnya 35.000 sampai 40.000 orang tewas, dan 60.000 lainnya terluka. Beberapa hari dan bulan setelah ledakan, lebih banyak orang meninggal karena luka-luka mereka. Karena kehadiran pekerja asing yang tidak berdokumen, dan sejumlah personel militer dalam perjalanan, terdapat perbedaan besar dalam perkiraan jumlah kematian pada akhir tahun 1945. Kisaran 39.000 hingga 80.000 dapat ditemukan dalam berbagai penelitian.

Dampaknya pun sama seperti Hiroshima, radiasi bom berlangsung selama beberapa tahun memicu kanker. Tetapi saat ini menurut pakar bom, sudah tidak ada lagi radiasi di Nagasaki.

Baca juga : Netflix Garap Serial Umbrella Academy Season 3

3. Chernobyl

Sumber: Forbes

Bencana Chernobyl disebabkan oleh kecelakaan nuklir yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 26 April 1986, di reaktor No. 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, dekat kota Pripyat di utara SSR Ukraina. Bencana ini dianggap sebagai bencana nuklir terparah dalam sejarah. Kecelakaan itu dimulai saat uji keamanan pada reaktor nuklir tipe RBMK, yang biasa digunakan di seluruh Uni Soviet. RBMK adalah kelas reaktor tenaga nuklir yang dimoderasi grafit, dirancang dan dibangun oleh Uni Soviet.

Uji keamanan yang dilakukan tersebut adalah simulasi pemadaman daya listrik untuk membantu pengembangan prosedur keselamatan untuk menjaga sirkulasi air pendingin reaktor sampai generator listrik cadangan dapat menyediakan daya. Hal tersebut diharapkan dapat membuktikan bahwa sisa energi rotasi pada generator turbin dapat memberikan daya yang cukup untuk menutupi celah. Celah ini sekitar satu menit dan telah diidentifikasi sebagai potensi masalah keamanan yang dapat menyebabkan inti reaktor nuklir menjadi terlalu panas.

Selama penurunan daya reaktor yang direncanakan dalam persiapan untuk uji kelistrikan, daya secara tak terduga turun ke tingkat mendekati nol. Operator hanya dapat memulihkan sebagian daya uji yang ditentukan, yang membuat reaktor dalam kondisi berpotensi tidak stabil. Risiko ini tidak dibuktikan dalam petunjuk pengoperasian, jadi operator melanjutkan dengan uji kelistrikan. Setelah pengujian selesai, operator memicu shutdown reaktor, tetapi kombinasi dari kondisi yang tidak stabil dan cacat desain reaktor menyebabkan reaksi berantai nuklir yang tidak terkendali sebagai gantinya.

Sejumlah energi besar tiba-tiba terlepas, menguapkan air pendingin yang sangat panas, dan menghancurkan inti reaktor dalam ledakan uap yang sangat merusak. Hal ini segera diikuti oleh kebakaran inti reaktor udara terbuka yang melepaskan kontaminasi radioaktif di udara cukup besar selama sekitar sembilan hari yang mengendap ke beberapa bagian Uni Soviet dan Eropa Barat.

Ledakan reaktor tersebut menewaskan dua staf operasi reaktor. Dalam tanggap darurat berikutnya, 134 staf stasiun dan petugas pemadam kebakaran dirawat di rumah sakit dengan sindrom radiasi akut karena menyerap radiasi pengion dosis tinggi. Dari 134 orang ini, 28 meninggal dalam beberapa hari hingga beberapa bulan setelahnya dan sekitar 14 kematian akibat kanker yang diduga disebabkan oleh radiasi yang akan berada di area tersebut selama 10 tahun ke depan.

Setelah bencana, hutan pinus seluas empat kilometer persegi di dekat reaktor berubah menjadi coklat kemerahan dan mati, sehingga dinamai “Hutan Merah”. Beberapa hewan di daerah yang paling parah terkena efek dari radiasi, juga mati atau berhenti berkembang biak. Besarnya radiasi dari bencana ini, 100 kali lebih besar dibanding bom atom yang dijatuhkan AS di Nagasaki dan Hiroshima, Jepang.

Di tahun 2016, 30 tahun setelah bencana Chernobyl, tempat ini sudah cukup aman untuk dikunjungi masyarakat. Tetapi belum boleh untuk dijadikan tempat tinggal, karena masih dalam proses pemeriksaan.

4. Fukushima Daiichi

Sumber: IRSN

Bencana nuklir Fukushima Daiichi disebabkan oleh kecelakaan nuklir tahun 2011 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi di Ōkuma, Prefektur Fukushima. Ini adalah kecelakaan nuklir paling parah sejak bencana Chernobyl pada tahun 1986.

Kecelakaan itu dimulai karena gempa bumi dan tsunami Tōhoku pada hari Jumat, 11 Maret 2011. Saat mendeteksi gempa bumi, reaktor aktif secara otomatis mematikan reaksi fisi yang menghasilkan tenaga. Karena pemadaman ini dan masalah pasokan jaringan listrik lainnya, pasokan listrik reaktor gagal, lalu generator diesel darurat mereka otomatis menyala. Secara kritis, ini diperlukan untuk menyediakan daya listrik ke pompa yang mensirkulasikan pendingin melalui inti reaktor. Sirkulasi yang berkelanjutan ini penting untuk menghilangkan panas sisa peluruhan, yang terus diproduksi setelah fisi berhenti.

Namun, gempa bumi tersebut telah menimbulkan tsunami setinggi 14 m yang datang tak lama kemudian dan menyapu dinding laut pabrik, kemudian membanjiri bagian bawah reaktor 1 sampai 4. Hal ini menyebabkan kegagalan generator darurat dan hilangnya daya pada pompa sirkulasi. Kehilangan yang diakibatkan dari pendinginan teras reaktor menyebabkan tiga ledakan nuklir, tiga ledakan hidrogen, dan pelepasan kontaminasi radioaktif di unit 1, 2 dan 3 antara tanggal 12 dan 15 Maret. Setelah kecelakaan, radiasi yang dilepaskan ke atmosfer memaksa pemerintah mengumumkan zona evakuasi dengan radius 20 km.

Sejumlah besar air yang terkontaminasi isotop radioaktif dilepaskan ke Samudra Pasifik selama dan setelah bencana. Michio Aoyama, profesor geosains radioisotop di Institute of Environmental Radioactivity, memperkirakan bahwa 18.000 terabecquerel (TBq) radioaktif cesium 137 dilepaskan ke Pasifik selama kecelakaan itu. Pada 2013, 30 gigabecquerel (GBq) cesium 137 masih ada mengalir ke laut setiap hari. Operator pabrik tersebut telah membangun tembok baru di sepanjang pantai dan juga menciptakan “dinding es” sepanjang 1,5 km dari tanah beku untuk menghentikan aliran air yang terkontaminasi.

Baca juga : Baru! Top Up Game Favoritmu Pakai UniPin Lewat Gamebrott

(mm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *