Rotary Cellphone, HP yang Harus Dirakit Sendiri oleh Pembeli

 Beberapa waktu belakangan, ramai mengenai berita smartphone terbaru besutan Apple, iPhone 12, yang diluncurkan tanpa disertai charger dalam paket penjualannya.

Kabarnya, langkah Apple tersebut juga akan diikuti Samsung yang akan menerapkan kebijakan serupa untuk lini smartphone flagship terbarunya yang akan datang.

Hal tersebut lantas menjadi viral di berbagai media sosial, hingga para netizen pun menyeletuk bahwa mungkin ke depannya perangkat smartphone dan aksesoris standarnya akan dijual secara terpisah, bahkan mengharuskan pembeli merakit masing-masing komponennya sendiri.

Meski terkesan hanya guyonan, nyatanya saat ini memang sudah ada HP yang dijual dengan keadaan masih berupa komponen lho, Tech Expert.

You might be able to buy a 4G rotary cellphone later this year - Tech - Mi  Community - Xiaomi
Foto: Mi Community

HP tersebut bernama Rotary Cellphone buatan Justine Haupt, dari Brookhaven National Laboratory di New York, Amerika Serikat. Bentuknya sungguh aneh, seperti perpaduan ponsel dan telepon rumah, karena untuk menelepon memakai tombol putar seperti telepon rumah tahun 1980-an

Pembeli yang membeli HP ini memang diminta untuk merakit sendiri HP-nya komponen demi komponen. Bagi kebanyakan orang, mungkin menilai hal tersebut akan membuang-buang waktu, namun bagi orang-orang yang hobi merakit barang elektronik, tentunya HP ini bisa menjadi referensi menarik untuk dibeli.

Baca juga: Cara Pakai Fitur Baru WhatsApp untuk Menghemat Memori HP

Berbeda dengan kebanyakan smartphone, Rotary Cellphone cuma punya satu fungsi saja yaitu menelepon orang lain. Tidak ada fungsi SMS, aplikasi, apalagi games.

Tombol putar dirancang sebagai speed dial. Bukan untuk menelepon orang sesuai nomornya. Akibatnya HP ini hanya bisa untuk menelepon ke 10 nomor lain.

Uniknya, Haupt punya alasan kenapa HP ciptaannya punya fungsi yang minimalis. Ia menyebut, HP-nya ini didesain untuk orang yang bersikap personal dan taktis, yang bahkan tidak membutuhkan fungsi SMS.

Foto: Metro

“Dunia layar sentuh hiperkonektivitas itu mengganggu dan orang tidak punya kuasa atas telepon mereka,” kata Haupt berfilosofi.

Alih-alih menggunakan cara mainstream menekan tombol yang lama untuk menghidupkan ponsel, Haupt justru membuat tombol powernya menggunakan tombol geser. Sekali lagi, hal ini karena Haupt ingin membuatnya seefisien mungkin.

Ponsel ini memakai ATmega2560v mainboard dan FONA 3G untuk menangkap sinyal dengan antena Quad-band GSM, ada slot SIM Card 3G, baterainya 1,2Ah Lippo Battery, yang umurnya cuma 2 jam. Iya benar, cuma 2 jam saja.

Baca juga: Tips dan Trik Menambah Memori di HP Tanpa Harus Beli Baru

Haupt menjualnya di situs Skysedge.us yang merupakan perusahaan robotik milik dia dan suaminya. Harganya USD 170 (Rp 2,3 juta). Percaya atau tidak, ternyata sudah ada yang membeli Rotary Phone dan rela merakitnya sendiri.

Tidak diketahui alasan orang tersebut membelinya, entah karena keunikannya, atau memang dia hobi merakit perangkat elektronik atau action figure . Yang jelas, Rotary Cellphone jadi contoh betapa inovasi ponsel memang tidak mengenal batas.

(dwk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *