Logisly Berhasil Kumpulkan 6 Juta Dollar AS

Foto: Mobitekno

Teknologi.id – Industri logistik Indonesia sangat terfragmentasi, dengan beberapa provider besar yang beroperasi bersama ribuan perusahaan kecil. Artinya, pengirim harus sering bekerja dengan berbagai operator, menaikkan biaya, dan membuat rantai pasokan lebih sulit untuk dikelola.

Logisly, start-up platform logistik yang mendukung teknologi B2B dan berbasis di Jakarta, hari ini (3/11/2020) mengumumkan telah mengumpulkan 6 juta dollar AS dalam pendanaan Seri A untuk membantu merampingkan logistik di Indonesia.

Putaran tersebut dipimpin oleh Monk’s Hill Ventures. Total pemasukan yang dikumpulkan Logisly sejak didirikan tahun lalu menjadi 7 juta dollar AS. Platform-nya melakukan proses pemesanan, pengelolaan, dan pelacakan truk secara digital.

Baca Juga: Sagara Technology Siap Bantu Bangun Ekonomi Digital di Indonesia

Langkah pertama yang harus dilakukan yakni memverifikasi operator sebelum menambahkannya ke platform Logisly. Kemudian menghubungkan klien ke penyedia truk, serta menggunakan algoritma untuk menggabungkan penawaran dan permintaan. Perusahaan yang perlu mengirimkan barang dapat menemukan truk lebih cepat, sementara pengangkut dapat mengurangi jumlah ruang yang tidak terpakai di truk mereka.

Memperluas jaringan

Dikutip dari TechCrunch, Co-founder dari Logisly, Roolin Njotosetiadi, mengatakan bahwa sekitar 40% truk digunakan di Indonesia, sedangkan sisanya tidak dipakai. Semua ini mengakibatkan biaya logistik yang tinggi dan pengiriman yang terlambat. 

Ia juga menambahkan bahwa Logisly berfokus untuk memiliki jaringan truk terbesar di Indonesia, menyediakan 100% ketersediaan truk yang hemat biaya dan dapat diandalkan. Logisly sekarang bekerja dengan lebih dari 1.000 bisnis di Indonesia, tepatnya sektor-sektor seperti e-commerce, fast-moving consumer goods (FCG), kimia, dan konstruksi. Jumlah ini termasuk 300 pengirim perusahaan.

Seri A Logisly akan digunakan untuk mengembangkan produk, jaringan pengirim, dan pengangkutnya (yang saat ini mencakup 40.000 truk). Klien start-up ini termasuk beberapa perusahaan pengirim terbesar di Indonesia, termasuk Unilever, Haier, Grab, Maersk dan JD.ID.

Baca Juga: Gojek Masuk ke dalam Daftar 50 Perusahaan yang Mendominasi Versi CNBC

Sejauh ini, selain Logisly, ada beberapa start-up lain yang didukung modal ventura dan berfokus pada industri logistik Indonesia, yaitu Shipper (berfokus pada e-commerce); platform logistik Waresix; dan Kargo.

(bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *