Punya 2 Miliar User, WhatsApp Kirim 100 Miliar Chat Per Hari

Aplikasi perpesanan (messaging) menjadi salah satu aplikasi yang penggunaannya tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Jenisnya pun semakin beragam dan bersaing dengan keunggulannya masing-masing. Tidak sedikit yang akhirnya menjadi populer, salah satunya WhatsApp.

Baca Juga: Samsung Rilis Aplikasi Pelacak Gadget yang Hilang

Platform messaging asal Amerika Serikat ini kini mengantongi 2 miliar pengguna di seluruh dunia, demikian disampaikan oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg pada Kamis (29/10), dilansir dari CNBC Indonesia. Salah satu pasar yang disebut paling besar kontribusinya dalam peningkatan jumlah pengguna WhatsApp adalah India.

Selain itu, jumlah pesan yang dikirimkan oleh pengguna aktif melalui WhatsApp dilaporkan mencapai 100 miliar pesan setiap harinya, terlebih pada malam tahun baru.

“Kami bangga bahwa WhatsApp mampu mengirimkan sekitar 100 miliar pesan setiap harinya. Ini menjadi awal kemajuan kami untuk ke depannya,” ujar Will Cathcart, Head of WhatsApp.

Kepala Eksekutif WhatsApp, Jan Koum mengungkapkan di tahun 2014 pesan yang dikirimkan oleh pengguna WhatsApp secara keseluruhan mencapai 50 miliar pesan per hari, di mana jumlah pengguna pada tahun tersebut masih kurang dari 500 juta pengguna. Tahun 2016, total pengiriman pesannya meningkat menjadi 60 miliar pesan per hari. 

Dilansir dari KompasTekno, WhatsApp menempati posisi sebagai aplikasi pesan instan paling populer secara global pada tahun 2019 berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU) dari rating yang dilaporkan oleh App Annie.

Foto: KompasTekno

Meskipun populer di seluruh dunia, WhatsApp tidak serta merta menjadi aplikasi perpesanan yang pasti populer di setiap negara. Tampaknya, masing-masing negara memiliki aplikasi pesan instan unggulannya. Contohnya di Amerika Serikat, aplikasi iMessage dari Apple menjadi aplikasi untuk bertukar pesan yang populer.

Baca Juga: Aplikasi Ini Bikin Kamera HP Bagaikan Kamera DSLR!

Sistem enkripsi end-to-end menjadi fitur yang kerap diunggulkan WhatsApp. Sistem tersebut diklaim dapat mencegah pihak ketiga (termasuk pihak WhatsApp sendiri) untuk membaca pesan sehingga hanya penerima dan pengirim yang dapat membacanya.

(rf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *