10 Perusahaan yang Berhasil Menerapkan Lean Manufacturing

Ilustrasi production floor dalam pabrik

Kita tahu bahwa di era digital sekarang ini, persaingan perusahaan semakin ketat lho?

Tapi masih ada ko perusahaan lama yang masih bisa survive di era sekarang ini! 

Hmm… kira-kira apa ya rahasianya? mari kita simak bersama.

Pernahkah anda mendengar istilah “lean manufacturing”? Lean manufacturing istilah yang selalu mengiringi jika membicarakan proses operasional khususnya di industri manufaktur.

Lean Manufacturing merupakan suatu konsep untuk menghilangkan pemborosan dalam aktivitas operasionalguna meningkatkan nilai tambah suatu produk (barang/jasa), serta memberikan nilai kepada pelanggan. Berikut 10 perusahaan besar yang berhasil menerapkan lean manufacturing :

  1. Nike

Perusahaan sepatu dan pakaian olahraga asal Amerika Serikat bekerja dengan Non-Governmental Organization (NGOs), sesama produsen dan Fair Labor Association untuk menciptakan indikator kinerja dan proyek berkelanjutan, serta meluncurkan Sustainable Apparel Coalition dengan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dan perusahaan manufaktur lainnya, dalam menghemat energi dan mengurangi limbah.

  1. Kimberly Clark – Corporation

Perusahaan produsen Kleenex asal Amerika Serikat lebih memilih mengontrak di Barton Mill UK. Pabrik ini bekerja sama dengan Unipart Logistic. Sebelumnya staff gudang di pabrik ini tidak suka dengan kebijakan long shift dan jam lemburnya. Hingga akhirnya Unipart berhasil membuat inovasi digital berupa aplikasi yang menyulap pergudangan pabrik ini menjadi otomatis yang didukung operasi lintas dermaga. Terbukti berhasil mendorong efisiensi, produktivitas, dan mengurangi biaya operasional.

  1. Intel

Perusahaan pembuat chip komputer terbesar di dunia. Joe Foley, manajer di Intel Fab Operations in Leixlip, Ireland, mengatakan “ tahun 2004, kami butuh waktu 14 hari untuk memperkenalkan chip baru ke pabrik kami, sekarang hanya membutuhkan 10 hari. Kami adalah pabrik pertama yang menerapkan prinsip lean.” Dengan mengintegrasikan Lean Six Sigma (LSS) dalam proses improvement yang dilakukan oleh Intel Inc.Terbukti berhasil mengurangi biaya dan waktu terkait dengan pengembangan dan pengiriman teknologi dan produk baru.

  1. Illinois Tool Works

Illinois Tool Works merupakan produsen peralatan asal Amerika Serikat  yang mempekerjakan 65 ribu orang di lebih dari 800 unit bisnisnya yang tersebar di beberapa negara. Setiap unit bisnis tersebut memiliki rintangan masing-masing termasuk prakarsa peraturan khusus regional dan negara lainnya. 

Akhirnya perusahan membuat kebijakan akan mendesentralisasikan bisnisnya secara ekstrim, dan terbagi menjadi 365 unit di 34 negara, dan hanya menyisakan 100 pegawai di kantor pusat. Artinya, unit regionalnya bereaksi jauh lebih cepat dan lebih efisien tanpa birokrasi yang panjang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mengurangi beban gaji karyawan.

  1. Textron
    Konglomerat industri Amerika Serikat ini termasuk Bell Helicopter Cessna Aircraft dan Textron Systems memiliki “Textron’s Lean Six Sigma Standards”, seperangkat alat dan teknik umum dan komprehensif yang diterapkan pada semua area fungsional untuk menghilangkan pemborosan, mengurangi variasi, dan mendorong pertumbuhan dan inovasi

  1. Parker Hannifin

Parker Hannifin adalaha sebuah perusahaan terbesar di dunia yang khusus dalam bidang teknologi kontrol seperti robot gerak yang digunakan di perindustrian. Perusahaan ini bermarkas di Ohio, Amerika Serikat mempekerjakan 58 ribu orang di seluruh dunia. Sejak tahun 2000, perusahaan ini mengimplementasikan program praktik terbaik dalam produktivitas, layanan pelanggan dan pengurangan biaya. Petinggi perusahaan ini menemukan bahwa, strategi e-bisnis telah mengurangi intervensi manusia secara drastis dan mempercepat proses rantai pasokan. 

  1. John Deere
    Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan menjadi perusahaan terbesar di dunia sejak 2003 menghabiskan 100 juta dolar untuk mengubah operasinya di Iowa, AS. Kallin Kurtz mengatakan: “Proyek ini mengubah pola pikir teknik manufaktur kami. Kami telah berupaya keras untuk mengidentifikasi adanya aktivitas tanpa nilai tambah dan menghilangkannya jika memungkinkan.”


  2. Ford
    Perusahaan mobil asal Amerika Serikat ini memperkenalkan konsep lean pada tahun 1913 yaitu flow production yang mengintegrasikan integrasi antara mesin, manusia, peralatan hingga produk untuk membentuk aliran produksi yang kontinu. Ford menyusun tahapan fabrikasi menjadi urutan-urutan mulai dari pembuatan hingga perakitan komponen secara singkat.

  1. Caterpillar Inc.
    Perusahaan produsen konstruksi dan peralatan pertanianasal Amerika Serikat, memperkenalkan Caterpillar Production System, mengadopsi dari Toyota Production System yang lebih mengedepankan kecepatan yang merupakan aspek penting dari konsep lean. CEO Caterpillar Inc pada masanya, Glen Barton membayangkan dengan menggunakan metode lean ini dapat membantu Caterpillar mencapai angka pendapatan sebesar 30 miliar dolar pada tahun 2006. Namun ternyata, apa yang dibayangkan Barton terwujud pada tahun 2004, hanya berselang dua tahun dari rencana awalnya. Jim Owen CEO Caterpillar Inc saat ini, terus mengembangkan strategi perubahan tersebut dengan metodologi six sigma. 

  1. Toyota

Perusahaan mobil asal Jepang ini, memperkenal kan Toyota Production System pada tahun 1940. Sebuah sistem sosio-teknis terpadu yang terdiri dari filosofi dan praktek manajemennya. rancangan organisasi yang kompleks yang mengenali interaksi antara manusia dan teknologi di tempat kerja. Toyota Production System hingga sekarang telah menjadi contoh dan panutan bagi industri untuk mewujudkan lean manufacturing di perusahaannya.

Membangun bisnis di era digital seperti ini merupakan peluang yang cukup menjanjikan. Tapi perlu diingat, kompetitor bisnis pastilah ada. Maka dari itu kita memerlukan strategi dan kebutuhan lainnya. Apalagi implementasi lean di perusahaan bukan hal yang mudah dan perlu bertahun-tahun untuk menerapkannya. Machine Vision Indonesia membantu perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip lean dengan memanfaatkan teknologi digitalisasi. Tidak hanya menyediakan teknologi pendukung, tapi Machine Vision Indonesia juga memberi pendampingan untuk memastikan keberhasilan program lean manufacturing di perusahaan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *